Friday, 21 September 2018

Yang Muda yang Berpenyakit?

Rabu, 18 Januari 2017 — 5:55 WIB
gitar

BANYAK orang untuk mempertahankan hidup sehat wal afiat dijalani dengan berbagai usaha. Sudah tua renta saja, masih ingin mempertahankan hidup. Tentu ini wajar. Ini manusia yang waras. Bukan takut mati, tapi ingin tetap sehat walau di usia tua. Maka,mereka menjaga kesehatan dengan berbagai upaya, apa saja, mengkonsumsi vitamin, obat termasuk olah raga.

Lihat saja, pada hari hari libur, banyak warga masyarakat sengaja berjalan kaki atau bersepeda di lingkungan komplek yang masih punya ruang terbuka dan luas. Anak-anak, remaja, orang tua sampai kakek nenek nampak bersuka ria mengolah raga dan jiwa mereka.

Pemandangan tersebut kan seandainya ada lokasi, lapangan bola, alun-alun atau alam bebas di bukit, pegunungan, pantai. Bagi warga yang dekat dengan lokasi tersebut, kayaknya tinggal niat saja, untuk menggerakan badan. Tapi, bagi mereka yang tinggal di kampung-kampung kumuh dan sempit, berhimpitan? Boro-boro lapangan bola kaki, atau sekadar lapangan bulu tangkis, teras rumah saja menjorok ke gang?

Kalau sudah begitu, bagaimana mungki n mau berolah raga sekadar mengayunkan kaki, apalagi main bola, karena banyak kendaran motor berseliweran.

Maka jangan salahkan anak-anak yang kemudian memilih main game bola, berjam-jam asyik di depan computer, atau layar laptop dan HP.

Nah, bagaimana anak-anak bisa menendang bola dengan baik. Sementara kaki mereka tak bisa bergerak dengan leluasa?

Ada lagi yang pikirannya cupet, nggak bisa olah raga malah nenggak miras dan narkoba? Wah,celaka deh.

Lalu jangan heran dong, jika kemudian banyak orang yang masih muda tubuhnya sudah jadi sarang penyakit mematikan? -massoes