Saturday, 17 November 2018

Awalnya Tetangga Idolaku Akhirnya Digrebek Tetangga

Sabtu, 21 Januari 2017 — 6:52 WIB
idola-tetangga

DI mana-mana janda muda banyak yang ngincer. Seperti Ny. Mayang, 25, dari Palangkaraya (Kalteng) ini misalnya, baru beberapa bulan menjanda sudah disatroni Novel, 23, tetangga sendiri. Tapi akhirnya, kisah “tetangga idolaku” itu berakhir digerebek tetangga ketika sedang kelonan di rumah kos-kosan.

Kisah dari Kalteng rupanya masih berlanjut. Jika tempo hari Bupati Katingan Ahmad Yantenglie “piting-pitingan” dengan istri polisi, kini di kota Palangkaraya sendiri ada juga rakyat biasa yang mencoba niru-niru. Mungkin pelakunya beranggapan, bupati saja berani berbuat begitu, apa lagi rakyat biasa. Rakyat biasa paling dipecat dari jabatan suami, tapi kalau bupati kan dipecat dari jabatan kepala daerah.

Rupanya Novel bin Fulan warga kota Palangkaraya juga seperti itu. Dia tidak doyan fitsa hats, tapi sangat doyan wanita. Dalam usia belum juga seperempat abad, matanya sudah suka jelalatan bila melihat perempuan melek sedikit. Padahal dia di rumah juga sudah punya istri. Tapi memang begitulah kebanyakan lelaki, rumput tetangga selalu nampak lebih hijau ketimbang rumput di rumah.

Kisahnya dimulai ketika Mayang wanita tetangga menyandang status janda sejak beberapa bulan lalu. Sebetulnya, sejak Mayang masih jadi isrtri orang, Novel sudah mengidap penyakit “senior” (senang istri orang) stadium II. Dia sangat tertarik akan wajah dan bodi Mayang yang sangat layak digoyang itu. Tapi karena masih bini orang, Novel hanya menganggap ikan hias di dalam akuarium, hanya buat tontonan doang.

Namun demikian setiap melihat Ny. Mayang di pagi belanja ke warung sebelah, melihat penampilan si “ikan hias” dalam hati Novel selalu bilang, bila kepepet digoreng enak juga! Tapi kapan bisa menggorengnya? Pakai minyak apa dan wajannya yang ukuran berapa? Digoreng pakai tepung atau digoreng biasa saja? Pusing dah Novel memikirkannya. Benar-benar dia merasa diteror jiwanya, tapi apa laku mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi?

Tak dinyana tak diduga, tiba-tiba ada berita bagus buat Novel, Mayang si tetangga idola itu ternyata baru saja menyandang status janda. Dia bercerai dari suami, karena ada indikasi sang suami punya WIL. Ketimbang makan hati, mending bercerai saja, toh masih muda, di lempar ke pasar bebas masih banyak peminatnya.

Berita bagus ini menyebabkan Novel mulai menimang-nimang, “ikan hias” ini kini sudah layak untuk digoreng. Maka diam-diam dia mendekati janda muda yang masih gress itu. Novel memang tak mau kehilangan kesempatan pertamanya. Dia takut, lewat sedikit saja sudah disamber lelaki lain. Maklum, barang bagus pasti banyak peminatnya meski tidak masuk bukalapak.com.

Awalnya Mayang tidak meladeni, karena sudah tahu bahwa Novel punya istri. Tapi ternyata lelaki ini mampu meyakinkan bahwa istrinya tidak tahu akan skandal ini. Apa lagi Novel sering memberi ini itu, sehingga mau tak mau akhirnya Mayang harus menyerahkan bodi untuk membalas budi.

Sejak itu asal istri meleng sedikit Novel menyelinap ke rumah janda Mayang untuk menuntaskan birahi. Ternyata jadi janda baru dalam 3 bulan ganasnya bukan main. Ibarat main bulutangkis, smash-smash tajam Novel selalu dikembalikan dengan baik. Meski “bola” dipelintir tetap saja Mayang mampu memukul balik hingga Novel menggeh-menggeh (terengah-engah) sekaligus merem melek.

Lama-lama istri di rumah curiga, kok belakangan suami sering menghilang diam-diam di malam hari, padahal tak ada piket ronda kampung. Beberapa hari lalu dicoba untuk membuntuti, eh…..ternyata Novel menyelinap ke rumah kos-kosan janda Mayang. Langsung saja panggil Pak RT untuk dibantu mengadakan penggerebekan.

Saat digerebek keduanya memang masih berpakaian lengkap. Tapi dari interogasi Pak RT atas Mayang dan Novel, keduanya mengaku bahwa sudah berhubungan intim bak suami istri sebanyak 10 kali. Kasus ini selanjutnya diteruskan ke Polres Palangkaraya. Tapi karena ancaman hukumannya hanya 9 bulan penjara, Novel tidak ditahan.

Gara-gara Novel nggak tahan lihat janda muda. (JPNN/Gunarso TS)