Monday, 20 November 2017

Nasabah Melapor ke Polisi, Koperasi Pandawa Tiba-tiba Tutup

Sabtu, 21 Januari 2017 — 15:31 WIB
Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom bersama anggota melakukan sambang dialog dialogis di depan kantor pandawa tutup. (Angga)

Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom bersama anggota melakukan sambang dialog dialogis di depan kantor pandawa tutup. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Sempat dilaporkan ke Polresta Depok oleh sejumlah nasabahnya terkait penipuan ke Polresta Depok, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group, tiba-tiba tutup. Kantor itu berada di di Jalan Raya Meruyung  No.8A, RT.002/RW.024, Meruyung, Limo, Kota Depok.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom mengungkapkan kantor KSP Pandawa Mandiri Group yang ada di Meruyung, diketahui baru ditutup.

“Tutup kantornya pada Kamis (19/1), sekarang di lokasi tidak ada kegiatan pelayanan sama sekali,”ujarnya saat dikonfirmasi Poskotanews.com di ruang kerjanya, Sabtu (21/1) siang.

Mantan Kanit Krimsus Polda Metro Jaya ini mengatakan tidak beroperasinya kantor Pandawa ada dugaan pasca sejumlah nasabah ada yang melaporkan ke Polresta Depok terkait kasus penipuan investasi ke Polresta Depok.

“Kemungkinan pelayanan kantor Pandawa ditutup ada hubungan dengan laporan sejumlah nasabahnya yang tidak mendapatkan keuntungan investasi dana yang disimpan,” bebernya.

Di kantor itu, tertera dalam tempelan selebaran pengumunan pada kaca pintu gedung, berbunyi: “Sehubungan dengan situasi dan kondisi yang tidak kondusif karyawan dan pelayanan operasional KSP Pandawa Mandiri Group diliburkan sampai dengan situasi dan kondisi kondusif, Depok, 19 Januari 2017, TTD Pengurus'”.

Sementara itu menjaga antisipasi tindakan yang tidak dinginkan, Kapolsek melakukan patroli mobile sekaligus memantau segala sesuatu kegiatan  yang ada berkaitan KSP Pandawa.

“Pengamanan kita sifatnya hanya menyesuaikan saja, jika ada masyarakat rame kita lakukan pengamanan sifatnya stasioner mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi
” paparnya.

Sementara itu sebagai mantan nasabah Pandawa serta Ketua Pembina Yayasan Lembaga Bantuan hukum (YKBH) Nurrusyafa’ah Indonesia mengatakan, pihaknya akan membantu pengembalian dana investasi dari ratusan nasabah Pandawa Group total senilai Rp 200 Miliar, ini akibta adanya penipuan.  “Kita telah melayangkan surat somasi kepada kuasa hukum  terkait kasus ini,” tutupnya. (Angga/win)