Friday, 16 November 2018

BNNK Tangsel Gandeng Kepsek Perangi Narkoba

Minggu, 22 Januari 2017 — 14:52 WIB
Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Heru Istu H bersama puluhan Kepsek SMP maupun SMA se Kota Tangsel. (anton)

Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Heru Istu H bersama puluhan Kepsek SMP maupun SMA se Kota Tangsel. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Peranan guru, staf pengajar dan kepala sekolah (Kepsek) dalam mengantisipasi tindak kejahatan penggunaan atau peredaran narkotika di lingkungan setempat tentunya sangat dibutuhkan selain orang tua dan elemen masyarakat secara keseluruhan.

“Saya berharap staf pengajar, guru bahkan Kepsek dapat menjadi agent atau mata-mata untuk mencari informasi, mencegah dan membrantas peredaran narkoba di lingkungan sekolah,” kata Kepala Badan narkoptika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heru Istu Hariono terhadap puluhan Kepala SMP dan SMA se Kota Tangsel, Minggu (22/1).

Sekarang ini sudah saatnya jajaran staf pengajar, guru dan Kepsek di sekolah baik SMP, SMA dan sederajat bahkan kalau perlau antisipasi sejak awal tingkat SD juga perlu mendapatkan infromasi yang akurat serta jelas berkaitan bahaya nrakoba di kalangan generasi muda terutama kalangan pelajar.

Penyampaian tentang bahaya narkoba dari staf pengajar atau guru tentunya akan berbeda bila disampaika oleh petugas BNN maupun polisi karena guru memiliki pengetahuan dan karakter setiap anak didik dan dapat langsung diterima siswa.

“Bahaya akan narkoba sudah masuk dalam kurikulum di setiap sekolah. Para guru, akan dengan mudah menyampaikan kepada anak didiknya,” ujarnya yang menambahkan kemungkinan kegiatan penyuluhan langsung juga dapat dilakukan di sekolah-sekolah oleh petugas BNN maupun kepolisian sebagai ajang silahturahmi serta meningkatkan disiplin maupun mencegah terjadinya tawuran pelajar.

JANGAN MUDAH PERCAYA

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan dan Pencegahan Narkotika BNN RI, Eva Fitri Yuanita, yang menyampaikan materi untuk guru dan Kepsek SMP serta SMA se Kota Tangsel, mengatakan sekarang ini semakin banyak jenis narkoba yang belum banyak diketahui orang sehingga perlu kewaspadaan di kalangan guru atau staf pengajar.

“Saya berharap guru dapat memberikan penjelasan ke siswa agar tak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal saat memberikan berbagai makanan atau minuman kepada siswa tersebut,” ujarnya terlebih belakangan makin banyak zat terlarang yang belum disosialisasikan atau diketahui masyarakat berupa narkoba.

Peran guru di lingkungan sekolah juga harus dapat membuat anak didiknya memiliki kepercayaan diri untuk berani menolak pemberian apapun dari orang yang tidak dikenal. “Harus dibekali kepercayaan diri untuk menolak, jika suatu saat ada orang tidak dikenal memberikan sesuatu. Ini menjadi tugas guru,” ujarnya.

(anton/sir)