Wednesday, 26 September 2018

Polisi Kejar Pemesan Pengusaha Airsoft Gun

Minggu, 22 Januari 2017 — 20:26 WIB
pembunuh

MEDAN (Pos Kota)- Personel gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut berhasil mengungkap kasus pembunuhan pengusaha airsoft gun Indra Gunawan alias Kuna, 45. Polisi menangkap lima pelaku, dua pelaku ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rcyko Rycko Amelza Dahniel membenarkan kelompok pelaku pembunuhan pengusaha Airsoft Gun terungkap.

“Dari kelompok ini, polisi menembak mati 2 pelaku karena melawan saat ditangkap juga,” katanya kepada wartawan, Minggu (22/1). Satu pelaku juga ditembak kakinya tapi hanya mengalami luka.

Kelima pelaku masing-masing Rawi, 40, sebagai perekrut, Jo Hendal, 41, sebagai joki sepeda motor, Putra, 31, berpedan sebagai eksekutor, Chandra alias Ayen, 38 dan John Marwan, 62, keduanya yang memegang senjata api.

Kepolda menjelaskan, terungkapnya kasus ini yang diikuti dengan penangkapan komplotan penjahat ini diawali dengan penangkapan Wahyudi alias Culun dan Muslim April 2014 lalu yang menganiaya Wiria, karyawan Kuna. Pelaku merupakan komplotan dari pelaku penembakan Kuna.

Setelah penangkapan itu petugas mengembangkan hingga akhirnya menangkap Jo Hendal di Medan. Penangkapan Jo Hendal dikembangkan dan polisi menangkap Rawi, Ayen, John Marwan serta Putra. Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda-beda.

“Saat dilakukan penangkapan, Rawi dan Putra melawan. Polisi menembak Rawi dan Putra hingga akhirnya meninggal dunia, ” terang Rycko. Dari tangan pelaku, polisi menyita 3 pucuk senjata api jenis revolver dan pedang.

Dari pengakuan pelaku, motif kejadian ini karena pelaku mendapat pesanan untuk menghabisi korban. “Mereka dapat pesanan untuk membunuh korban. Kita masih melakukan pengembangan siapa yang memesan,” kata Rycko. (samosir/us)