Monday, 20 November 2017

Akan Dibuka Loket Pengaduan Nasabah Koperasi Pandawa

Senin, 23 Januari 2017 — 21:37 WIB
Kondisi kantor pusat Koperasi Pandawa Group di Jl. Raya Maruyung, Cinere, Kota Depok. (anton)

Kondisi kantor pusat Koperasi Pandawa Group di Jl. Raya Maruyung, Cinere, Kota Depok. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Ribuan nasabah dan telah mengivestasikan uangnya hingga ratusan juta rupiah  di Koperasi Pandawa Group resah setelah mendengar komisaris koperasi itu diduga telah menghilang dari kediamannya di kawasan Cinere, Kecamatan Limo, Depok.

“Mengantisipasi keresahan itu,  Polres Depok bekerja sama dengan Pemkot Depok berencana membuka pelayanan pengaduan atau Posko Crisis Center di Polres Depok,” kata Waka Polres Depok Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Chandra Kumara didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas setempat AKP Firdaus, Senin (23/1).

(Baca: Nasabah Melapor ke Polisi, Koperasi Pandawa Tiba-tiba Tutup)

Jajaran Polres Depok telah melakukan rapat khusus berkaitan  penangganan nasabah Koperasi Pandawa Group yang diperkirakan merasa dirugikan karena melakukan investasi puluhan bahkan ratusan juta rupiah di koperasi tersebut.

Menurut dia, tak hanya masyarakat umum yang merasa dirugikan berkaitan investasi uang ke koperasi tersebut tapi ada beberapa anggota polisi yang menjadi anggota koperasi. Atas kejadian ini,  pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap anggota polisi yang ikut masuk menjadi anggota.

Ada yang Investasi Rp5 Miliar

Untuk sementara waktu sekarang ini, tambah dia, petugas dari Polsek Limo tetap ditugaskan menjaga di sekitar kantor koperasi menghindari hal-hal yang tak diinginkan walaupun sudah ada beberapa warga atau masyarakat yang telah melaporkan masalah kerugian investasi uangnya di koperasi Pandawa Group.

“Kalau tak salah sudah ada delapan orang warga atau nasabah koperasi yang telah melaporkan ke Polres Depok tapi baru satu orang yang telah membuat pernyataan sedangkan ke tujuh orang lainnya masih dalam proses,” imbuhnya yang menambahkan dari ke delapan orang ini mengaku telah mengivastasikan uangnya sekitar Rp 5 miliar.

Ditambahkan AKP Firdaus, satu berkas laporan warga tersebut telah diselidiki pihak Polres Depok dan dinyatakan telah cukup untuk penangganan korban lainnya tentunya akan diarahkan ke Polda Metro Jaya karena yang menanggani masalah kasus dugaan penipuan investasi di koperasi Pandawa Group tentunya Polda Metro Jaya.

Sementara itu, data yang ada tanggal waktu yang ditetapkan OJK (Otoritasw Jasa Keuangan)  kepada Koperasi Pandawa Group untuk mengembalikan dana investasi nasabah yang diperkirakan cemapai lebih dari 1000 orang berasal dari Kota Depok dan sekitarnya hingga 1 Pebruari 2017 mendatang. (anton/win)