Tuesday, 25 September 2018

Bunuh Pemilik Toko Airsoft Gun, Pelaku Dibayar Rp 2,5 Miliar

Senin, 23 Januari 2017 — 19:29 WIB
Otak tersangka pembunuh pengusaha (tutupi kepala) digiring polisi

Otak tersangka pembunuh pengusaha (tutupi kepala) digiring polisi

MEDAN (Pos Kota)- Kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, pengusaha penjual airsoft gun, diungkap tim gabungan Polda Sumut. Ternyata, pembunuhan terhadap korban direncanakan sejak tahun 2014.

Setelah tujuh tersangka ditangkap, akhirnya otak pelaku Siwaji Raja (SR), diringkus di Jambi, Senin (23/1).

Sekitar pukul 08.00 Wib, tersangka Siwaji bertolak dari Bandara Sultan Thaha menuju Medan.

Setibanya di Polrestabes Medan tersangka Raja yang juga Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut ini didampingi kuasa hukumnya tidak mau berkomentar.

Informasi menyebutkan, kawanan pelaku dibayar Rp 2,5 miliar oleh Raja untuk membunuh Kuna,45.

Raja yang diduga otak pelaku kejahatan itu membayar komplotan berjumlah tujuh orang untuk membunuh Kuna karena alasan dendam pribadi.

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr Rycko Amelza Dahniel mengatakan, hasil pemeriksaan awal, komplotan pembunuh bayaran tersebut sudah dua kali berencana menghabisi Indra Gunawan alias Kuna. Pembunuhan, pertama dilakukan pada 5 April 2014.

Berdasarkan hasil keterangan pembunuh kepada penyidik, SJ punya dendam pribadi. Ada perkataan yang disampaikan Kuna membuat SJ sakit hati. Oleh sebab itu, menimbulkan amarahnya.

Seperti diberitakan Kuna adalah pemilik toko senjata Kuna Air Riffle & Airfoft Gun miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Medan. Korban tewas Rabu (18/1) setelah ditembak.

Tujuh pelaku berhasil diringkus. Namun, dua pelaku ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Pelaku yang tewas ditembak adalah Rawindra alias Rawi,40, dan Putra,31. Tiga pelaku yang ditembak kakinya, Jo Hendal alias Zen,41, M Muslim,30 dan Wahyudi alias Culun,32. Sedangkan dua pelaku lainnya yakni Chandra alias Ayen,38, dan Jon Marwan Lubis alias Ucok,62.

“Ppelaku adalah pembunuh bayaran, mereka ditangkap berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. (samosir)