Thursday, 15 November 2018

Ada Terminal Pulogebang, Terminal Bayangan Ditutup Akhir Pekan Ini

Selasa, 24 Januari 2017 — 16:00 WIB
Terminal Pulogebang

Terminal Pulogebang

JAKARTA (Pos Kota) – Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan saat ini masih memberi toleransi terhadap aktivitas terminal bayangan di Jakarta Timur. Tapi kegiatan itu harus berakhir pada 28 Januari dan semuanya wajib pindah ke Terminal Bus Pulogebang yang kini sudah beroperasi dengan baik.

“Mulai tanggal 28 Januari, semua kegiatan Perusahaan Otobus (PO) yang menaik-turunkan penumpang wajib menempati terminal resmi,” ujar pria bernama panggilan Soni ini di Balaikota, Selasa (24/1/2017).

Bila pelanggaran itu masih dilakukan hingga batas waktu tersebut, maka Soni sudah memerintahkan Dinas Perhubungan dan Transportasi untuk mencabut izin usahanya. Ia mengaku diprotes dengan adanya terminal bayangan di wilayah Rawamangun maupun sekitar terminal lama Pulogadung.

“Sebagian terminal bayangan sudah ditutup. Kini masih ada beberapa tempat yang diarahkan untuk pindah ke Pulogebang. Kalau kita tidak tegas, maka keberadaan terminal baru tidak akan bermanfaat. Padahal fasilitas itu dibangun bagus dengan anggaran besar,” papar Soni.

Intinya semua kegiatan menaik-turunkan penumpang hanya boleh dilakukan di terminal resmi. Sedangkan mereka yang masih melakukan penjualan tiket bus di manapun tidak dilarang. “Yang penting tidak mengangkut maupun menurunkan penumpang di luar terminal. Karena prinsipnya menjual tiket bisa dilakukan di manapun termasuk secara online,” tambah Soni.

Menurutnya Terminal Bus Pulogebang hanya untuk kegiatan trayek bus antar kota antar provinsi (AKAP) jurusan ke Jawa dan Bali. Sedangkan jurusan Sumatera dikonsentrasikan pada Terminal Bus Rawabuaya, Cengkareng, Jakbar. (joko/yp)