Tuesday, 23 October 2018

Imlek, Semakin Besar Harga Ikan Bandeng Makin Mahal

Kamis, 26 Januari 2017 — 1:25 WIB
Pedagang Ikan Bandeng di Jl Petak Sembilan, Glodok. (tarta)

Pedagang Ikan Bandeng di Jl Petak Sembilan, Glodok. (tarta)

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang Imlek, Sabtu 28 Januari 2017, pedagang ikan bandeng marak di kawasan Jalan Petak Sembilan, Kelurahan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar). Ikan bandeng merupakan salah satu makanan yang identik dengan Imlek, biasanya disajikan saat santap malam bersama keluarga.

Dari pantauan Rabu (25/1/2017), tampak beberapa pedagang ikan bandeng menjajakan. Mereka merupakan pedagang musiman yang berjualan ikan saat menjelang Imlek. “Ikan bandeng selalu dicari saat Imlek, saya selalu berdagang di sini saat mau Imlek. Untungnya lumayan,” kata Brayen, 30, pedagang Ikan Bandeng.

Harga ikan bandeng saat Imlek cukup mahal, untuk ukuran berat 2 kilogram harganya Rp 50 ribu/kilogram, sedangkan untuk ukuran berat 4-8 kilogram harganya Rp 95 ribu/kg. Semakin besar beratnya, semakin mahal harganya karena memeliharanya lama dan pakannya juga mahal. “Untuk memelihara Ikan Bandeng sampai besar membutuhkan waktu sekitar 6 bulan, makanya semakin besar dan berat semakin mahal,” ucap Brayen.

Warga Tionghoa pada umumnya mencari ikan bandeng dengan ukuran yang berat atau besar, karena menurut kepercayaannya melambangkan kemakmuran dan rezeki yang melimpah. Selain itu, ikan juga merupakan simbol rezeki.

Hendra, 50, warga mengaku setiap Imlek dirinya selalu membeli ikan bandeng, karena sudah menjadi kebiasaan atau tradisi. “Sudah tradisi dari saya masih kecil, setiap Imlek selalu dihidangkan masakan Ikan Bandeng. Jadi kalau tidak ada, rasanya nga pas,” ucapnya.

Tidak hanya di kawasan Jalan Petak Sembilan, penjualan ikan bandeng menjelang Imlek juga banyak di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk. Selain warga Tionghoa, ikan ini juga banyak dicari oleh warga Betawi saat jelang Imlek. Biasanya ikan ini dimasak untuk dijadikan hantaran kepada orang tua atau mertua, tetangga dan mereka yang lebih tua. (tarta)