Thursday, 22 June 2017

Olga Lidya Cewek Penggoda dan Suka Brondong

Jumat, 27 Januari 2017 — 7:20 WIB
Olga Lidya (ist)

Olga Lidya (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Olga Lydia jadi penggoda! Artis kelahiran 4 Desember 1976 itu suka berondong alias pria belia. Jadi seorang fotografer wanita, Olga memerankan tokoh Rina dalam film gres bertitel Perfect Dream yang sebentar lagi diputar di bioskop se-Indonesia.

Selama suting di Surabaya sejak Agustus tahun lalu, Olga betul-betul menghayati peran yang diberikan sutradara Hestu Saputra kepadanya.

“Perlu pendalaman karakter yang maksimal. Saya terbantu oleh akting Ferry Salim, terpancing emosional sehingga saya betul-betul merasa nyaman dan enjoy selama suting di Surabaya,” ujar Olga, Kamis (26/1) saat launching poster resmi dan trailer film Perfect Dream di Plaza Senayan Jakarta, kemarin.

Satu-satunya yang terasa agak menyulitkan Olga adalah masalah logatnya yang dipaksakan menjadi arek Suroboyo. “Menjadi perempuan penggoda adalah tantangan, itu yang harus dibayangkan dan diresapi. Bahasa juga lumayan susah, karena bapak saya Semarang. Jadi saya suka ketuker logat Jateng dan Jatim,” urainya.

Sederet bintang top lainnya seperti Baim Wong, Ferry Salim, Wulan Guritno, Hengky Solaiman, Rara Nawingsih, H. Komar sangat membantu dia dalam memuluskan aktingnya sebagai Rina.

Sementara itu Hestu Saputra, sutradara, telah mengambil adegan bonek.
“Ada 150 orang bonek main di film ini. Potret sosialita masyarakat kota Pahlawan full kita bingkai di Perfect Dream,” terang Hestu.

Perfect Dream menguak tentang kehidupan sosialita di Surabaya, mengisahkan persaingan bisnis, skandal dan romansa asmara serta konflik keluarga yang terkait dengan kehidupan sosialita.

Alasan memilih kota Surabaya dan relevansinya terhadap tema sosialita, karena komunitas sosialita di Surabaya berbeda dengan ibukota Jakarta, yakni lebih mengedepankan kearifan budaya lokalnya.

“Meski sudah menjadi warga kota yang metropolis, tapi mereka tetap memiliki kultur yang tidak selalu individualis. Berbeda di Jakarta, belum tentu saling peduli,” tegas Hestu. (ali)