Saturday, 17 November 2018

Tak ke Terminal Pulogebang, Menhub Ancam Cabut Izin PO Bus

Minggu, 29 Januari 2017 — 20:39 WIB
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau Terminal Pulogebang. (ifand)

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau Terminal Pulogebang. (ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengacam Perusahaan Otobus (PO) yang tak juga pindah ke terminal Pulogebang, akan dicabut izinnya. Ia pun memberi batas satu minggu agar seluruhnya pindah dan masuk ke terminal terbesar se-Asia tersebut.

“Kemarin kami sudah memberi batas hingga 28 Januari pindah, sampai satu pekan ini tak juga pindah, kami akan cabut izinnya. Ini semua demi memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” tegas Budi, saat meninjau terminal Pulogebang, Minggu (29/1).

Langkah itu, kata Budi, karena saat ini dari 120 PO bus yang ada, baru 50 PO yang masuk ke dalam terminal Pulogebang. Atas dasar itu, ia pun menginstruksikan Dirjen Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI untuk segera mengambil tindakan tegas.

“Dengan hasil yang didapat saya masih merasa ini belum apa-apa, karena masih kurang dari setengahnya. Makanya kita harus lebih baik lagi, beri sangsi tegas bila masih membandel, kalau perlu tutup PO yang tak mau pindah,” ungkap Menhub.
Untuk mendukung perpindahan itu pula, Budi menginstruksikan untuk menyiapkan freeder disetiap terminal. Tujuannya, agar penumpang yang masih menggunakan terminal lama, bisa diantar ke terminal Pulogebang. “Makanya saya minta ke teman-teman di Perhubungan darat dan Dishub, agar bisa segera dilaksanakan dengan membuat freeder,” ujar Budi.

Sementara itu, Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono menambahkan, dari progres belum memuaskan, dirinya akan mengingatkan Disbub DKI untuk terus ditingkatkan. “Sejauh ini, kami melalui Transjakarta, sudah menyiapkan bus freeder. Bahkan saat ini beberapa bus juga sudah beroperasi dibeberapa titik penjemputan,” ujarnya.

Selain itu, kata Sumarsono, pihaknya juga terus melakukan pembenahan didalam terminal bus Pulogebang. Terlebih, beberapa waktu lalu dirinya mendengar keluhan dari penumpang, susahnya cari makan saat berada di terminal bus tersebut.

“Kami juga tengah menyeting kondisi terminal. Apalagi, kita juga banyak nemerima tawaran untuk melakukan pengelolaan terminal ini. Yang antri untuk kios kosong itu banyak,” ungkap Sumarsono. (ifand)