Wednesday, 26 September 2018

Baru Dipegang Tangan Saja Bekas Suami Sudah Ngamuk

Senin, 30 Januari 2017 — 5:32 WIB
pegang

SUDAH bukan istri, masih diawasi terus, itulah Sapuan, 45, dari Bangkalan (Madura). Dia marah besar ketika melihat Sahri, 35, memegang tangan Kasirah, 38, bekas istrinya. Nggak pakai tabayun-tabayunan, langsung saja main bacok.

Ketika ikatan perkawinan telah putus yang diperkuat surat cerai dari Pengadilan Agama, gugurlah semua hak dan kewajiban antara keduanya. Bekas suami tak perlu lagi menafkahi istri, dan bekas istri juga tak punya lagi kewajiban melayani suami makan maupun urusan ranjang. Kalau masih ada kewajiban, paling-paling kepada anak-anak mereka yang merupakan hasil kerjasama nirlaba selama ini.

Ternyata Sapuan warga Arosbaya, Bangkalan, masih gagal paham soal beginian. Meski Kasirah sudah diceraikan setahun lalu, dia masih mengawasi dan mengontrol bekas istrinya itu. Kemana saja masih dipantau. Bahkan misalnya punya dana, mau rasanya dia pasang CCTV di rumah Kasirah, agar diketahui sepak terjang sehari-hari bekas istrinya itu.

Kenapa Sapuan masih intervensi pada bekas istrri, karena dia sebetulnya masih cinta pada Kasirah. Perceraian kemarin itu akibat permintaan Kasirah. Maka dia berharap, nantinya bisa “srabi kecemplung kalen” alias rujuk kembali. Maka janga sampai eks itri itu diambil alih lelaki lain, Kasirah masih dimonitor terus.

Beberapa hari lalu dia menyambangi kediaman Kasirah. Baru saja tiba, dia melihat dengan mata kepala sendiri, tangan istrinya dipegang oleh lelaki lain yang sama sekali belum dikenalnya. Bak Densus 88 mengawasi teroris, Sapuan langsung menegur lelaki itu. “Kenapa kamu di sini?” sergahnya. Ketika Sahri menjawab, “Saya warga sini juga,” eh…Sapuan menjawab ketus, “Biar warga sini, tak boleh pegang-pegang tangan bekas isrti orang.”

Tentu saja Sahri tersinggung ditegur seperti itu, sehingga ributlah. Ternyata Sapuan memang orang “sumbu pendek”, tanpa pakai tabayun-tabayunan seperti MUI, dia langsung membacok Sahri. Katim, 40, lelaki lain yang ada disitu mencoba melerainya, eh malah dapat sabeten golok juga. Gegerlah warga, ada orang ngamuk, ada orang ngamuk. Beruntung polisi segera datang dan Sapuan pun ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku cemburu atas ulah Sahri, “Masak bekas istri orang dipegang-pegang tangannya.”

Kalau dokter, nggak boleh dong pegang tangan pasien? (JPNN/Gunarso TS)