Tuesday, 20 November 2018

Masih Ada yang Jujur Nggak Ya?

Senin, 30 Januari 2017 — 5:37 WIB
cukup

BANG Jalil mengelus dada. Terkejut juga, ketika ada pejabat tinggi hukum tertangkap KPK lagi, karena suap. Lagi, lagi,

“ Perasaan dia orang baik? Memang baik, kok! Tapi mengapa harus ikutan korupsi?” ujar kawan bicaranya yang selalu rajin bicaraa dengan Bang Jalil melalui telepon.

“ Ya itu manusia. Orang, kalau dikasih satu mau dua,dikasih dua mau tiga dan kalau bisa yang ada di dunia ini mau dimiliki!”

“ Itu namamanya serakah, Pak!”

“ Ya, nggak salah. Serakah memang milik manusia!” Bang Jalil menutup HP, dan menyeruput kopi yang disediakan sang istri.

“ Padahal pejabat itu gajinya besar, ya Pak?” ujar sang istri nimbrung.

Bang Jalil tak menjawab. Tapi, dalam hati dia menghitung-hitung gaji para pejabat tinggi. Kokon katanya sih, diatas lima puluh juta sampai seratus juta. Kalau saja, itu digunakan dengan wajar sudah cukup, dan bisa jadi berlebihan. Malah bisa nabung untuk hari tua.
Kalu dibanding-bandingkan dengan gaji Bang Jalil yang hanya setara UMR, kan jauh kemana-mana ya?

“ Tapi,kita kan cukup ya, Pak?”

Bang Jalil tersenyum haru, kata-kata sang istri terdengar bijaksana. Padahal dia tahu, selama ini hidup mereka pas-pasan. Tapi begitulah kata orang bijak, hidup memang harus selalu bersyukur.

“ Pak, kayaknya kita sudah nggak percaya lagi sama pejabat, ya? Kira-kira masih ada yang jujur nggak,ya?” tanya sang istri.

“ Nggak tahu, Bapak nggak yakin!” -massoes