Sunday, 24 June 2018

Peringatan Harlah ke-91

Ketua DPR: NU Penyejuk Umat Beragama di Indonesia

Selasa, 31 Januari 2017 — 10:36 WIB
Setya Novanto.

Setya Novanto.

JAKARTA (Pos Kota) –Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia, Selasa (31/1/2017) ini memperingati hari lahirnya (Harlah) yang ke-91.

Ketua DPR Setya Novanto selain mengucapkan selamat, dan menyatakan, NU merupakan ormas yang berjuang bersama bangsa Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Menurut Ketua DPR, NU merupakan  organisasi penyejuk umat beragama di Indonesia.

“NU merupakan organisasi penyejuk bagi seluruh umat, bukan hanya umat muslim, tapi seluruh umat beragama di Indonesia, sejak dulu dimasa perjuangan kemerdekaan sampai saat ini,” kata Novanto, Selasa (31/1/2017).

Menurut Novanto, sejarah telah mencatatkan peran penting NU sebagai institusi keagamaan yang terlibat dalam kemajuan dan peradaban bangsa dan negara. Bukan hanya dalam ranah sosial, politik dan ekonomi, tapi juga terutama dalam aspek budaya.

“NU begitu identik dengan tradisi luhur masyarakat Indonesia. Sebab ia lahir dari rahim masyarakat, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Sehingga NU sekian lama telah menjadi simbol kebangkitan masyarakat itu sendiri dari berbagai keterbelakangan,” ungkapnya.

Bukan itu saja, menurutnya, NU telah berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun ekonomi umat, meneguhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan, hingga berperan dalam pendidikan politik di Indonesia.

Karena itu, lanjutnya, sebagai anak bangsa, kita patut berbangga bahwa kita memiliki organisasi yang berbasis keagamaan yang justru telah turut terlibat bagi kemajuan bangsa dan negara. Tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga bagi seluruh agama, ras, golongan. Bahkan bagi berbagai kepentingan yang berbeda-beda.

“Saya memandang, atas dasar itulah, NU seringkali disebut sebagai paham yang berada di tengah, moderat, mampu beradaptasi dan berakulturasi dengan berbagai tradisi serta paham keagamaan yang ada,” tegas Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu.

Bahkan, lanjutnya,  atas dasar itu pula, NU telah menunjukkan sebentuk pemahaman yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi atas berbagai perbedaan paham yang berbeda-beda. NU selalu berdiri di tengah sebagai figur pengayom, penengah dan pemersatu bangsa.

“Menurut saya, NU adalah organisasi penyejuk bagi seluruh umat, bukan hanya umat muslim, tapi seluruh umat beragama di Indonesia, sejak dulu dimasa perjuangan kemerdekaan sampai saat ini,” katanya.

Karena itu, ujarnya, patutlah kiranya kita merenungkan kembali, menapak tilas jejak-jejak sejarah NU agar inspirasi perjalanannya tetap mewarnai pekembangan dan kemajuan bangsa kita saat ini. (*/win)