Wednesday, 29 March 2017

APA IYA KALAH?

Rabu, 1 Februari 2017 — 5:38 WIB

“JADI  juga barang ‘tu,” kata Lukman sambil menarik kursi di dekat Soleh.

“Maksud kau apa?” tanya Soleh.

“Itu terminal bus di Pulogebang. Jadi juga dimanfaatkan,” jawabnya. Aku dengari saja.

“Oh itu. Syukurlah, jadi nggak mubazir. Kan sudah lama dibangunnya. Berapa kali penggunaannya ditunda. Nah, ini juga masih banyak Perusahaan Otobus yang belum masuk ke sana. Menhub kesal juga dan mengancam,” kata Soleh.

“Kok Menhub pakai mengancam segala,” desak Lukman.

“Ya, izinnya bakal dicabut kalau masih belum pindah,” kata Soleh.

“Ya bolehlah Menhubnya main ancam. Tapi bagusnya, Dishub DKI tegas bertindak,” kataku.

“Kan Menhubnya sudah minta Dishub bertindak,” kata Lukman.

“Maksudku, Dishub DKI razia saja bus yang masih ngetem sepert di Pulogadung. Ini kan kayak dibiarkan. Saya yakin, kalau Dishub tiap hari merazia bus yang ngetem di sekitar terminal Pulogadung, lama-lama juga habis,” kataku.

“Atau ada yang memeliharanya, takut mereka bakal kehilangan penghasilan,” kata Soleh.

“Kalau orang Dishub, tindak. Kalau preman, sikat. Masa iya kalah sama preman,” kataku.

“Ya, kita tunggu saja ancaman Menhub yang katanya dikasi waktu pekan ini,” kata Lukman.

“Ngomong-ngomong, Ahad lalu ke mana, nggak kelihatan,” kata Soleh kepadaku.

“Oh, refreshing. Sama orang rumah, berdua jalan-jalan dari Jakarta ke Yogya lewat utara dan balik lewat Purworejo,Ciamis, Majalengka lalu masuk tol Cipali,” kataku.

“Asyik juga. Bawa mobil sendiri,” desak Lukman.

“Ya lah,” kataku.

“Hebat kali,” kata Lukman dan Soleh serempak.

“Ya, katanya kan untuk tidak pikun. Alhamdulillah, jarak yang ditempuh 1.357 kilometer selama 5 hari. Sekalian bawa Qur’an di beberapa mesjid dan mushollah yang dilalui,” kataku.

“Waahhh, hebat juga. Berapa mesjid dan mushollah,” desak Lukman lagi.

“Mesjid di rest area tol Jakarta – Brebes Timur, mesjid dan mushollah di sepanjang jalan Brebes, Tegal, Pekalongan, Weleri terus ke Sukorejo, Magelang, Yogya, Solo, Kebumen, Ciamis dan Majalengka. Ada 115. Qur’an tersebar 472. Tiap mesjid dan musholah ada 10, ada 6, ada yang 5 dan ada yang 3. Sudah dibikin satu paket berisi 3 dan 5 Qur’an. Ini infak kawan-kawan,” kataku.

“Ini mananya menebar Qur’an sepanjang jalan,” kata Lukman.

“Bagus juga kerja kawan kita ini,” kata Soleh.

“Inilah yang bisa awak bikin di usia yang sudah laruik sanjo,” kataku. (lubis1209@gmail.com)