Tuesday, 17 September 2019

BNN Kota Depok Awasi Peredaran Tembakau Gorilla

Rabu, 1 Februari 2017 — 8:33 WIB
Kepala BNN Kota Depok Dra. Hesti Cahyasari (angga)

Kepala BNN Kota Depok Dra. Hesti Cahyasari (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Depok akan mengawasi peredaran tembakau gorilla khususnya di kalangan remaja maupun pelajar.

Kepala BNN Kota Depok,  AKBP Dra. Hesti Cahyasari,  mengatakan tembakau gorilla kini sudah dikategorikan ke dalam daftar narkotika golongan 1 seperti Shabu tertuang dalam undang-undang Permenkes No.2 Tahun 2017 perubahan golongan narkotika ditetapkan pada 5 Januari 2017 .

“Setelah diteliti dari 46 golongan 1 narkotika jenis baru salah satunya tembakau gorilla yang mengandung AB-Chminaca yaitu zat sintetis berbahaya”ujarnya kepada poskotanews.com, Rabu (1/2/2017) pagi.

Bentuk upaya pencegahan BNNK dalam peredaran tembakau gorilla ini, Hesti telah koordinasi dengan beberapa pihak membentuk Criminal Justice System (CJS) jajaran Kota Depok.

“Untuk mencegah peredaran tembakau gorilla ini kita telah membentuk CJS yaitu terdiri dari BNNK, Polresta Depok, Jaksa, dan Hakim. Sehingga kita telah siap untuk menangani dan anggota kita telah menelusuri peredaran tembakau gorilla tersebut,”katanya.

Mantan perwira Tipikor Mabes Polri ini menambahkan bagi masyarakat awam yang belum mengerti perbedaan tembakau gorilla dengan daun ganja yaitu mempunyai bau yang berbeda dibanding ganja yang lebih nyekat dan tajam di hidung dan potongan tembakau gorilla lebih kasar daripada ganja.

“Modus penjualan tembakau gorilla ini dipasarkan dengan online dan melalui media sosial. Sasaran jual rata-rata ke kalangan pelajar dan remaja,”tambahnya.

Selain itu bagian pemberdayaan masyarakat (Dayamas) akan memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Depok untuk memberikan pengetahuan tentang pemahaman tembakau gorilla ini.

“Kita harapkan setelah diberikan penyuluhan kepada pelajar termasuk guru di sekolah dapat lebih mengetahui dan memahami tembakau gorilla yang masuk dalam jenis baru narkotika. Sehingga dapat dicegah sejak dini peredaranya,”tutupnya.
(angga/sir)