Monday, 19 November 2018

Akui Beberapa Kali Bertemu Rachma

Habib Rizieq Bantah Bahas Rencana Makar

Rabu, 1 Februari 2017 — 11:38 WIB
Habib Rizieq Shihab.(yendhi)

Habib Rizieq Shihab.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dia menegaskan jika pemanggilan kali ini sebagai saksi atas kasus dugaan makar terhadap tersangka Rachmawati Soekarnoputri.

Dari pantauan poskotanews.com, Rizieq tiba pada pukul 10.30 WIB dengan menggunakan kendaraan pribadinya serta mengenakan baju serba putih berikut sorban.

“Hari ini saya, ustad Bachtiar Nasir, serta Haji Munarman dipanggil Polda Metro Jaya dalam rangka untuk memberi keterangan sebagai saksi terhadap Ibu Rachmawati Soekarnoputri atas tuduhan makar. Insya Allah nanti kami akan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya tentang apa yang terjadi terkait daripada Ibu Rachmawati,” kata Rizieq di halaman Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu, (1/2/2017).

Rizieq mengaku beberapa kali bertemu dengan Rachmawati dan menghadiri acara bersama-sama. Namun, dirinya membantah jika pertemuan tersebut membahas adanya rencana aksi makar, melainkan sebatas kegiatan untuk persiapan aksi 212 dan 411.

“Kalau bicara pertemuan memang Ibu Rachmawati pernah datang kerumah saya. Saya juga pernah datang kerumah Ibu Rachmawati, kemudian Ibu Rachmawati pernah ikut aksi 411 bersama-sama, kemudian juga pernah ada pertemuan dibeberapa event yaitu antar ormas-ormas Islam dan ormas Nasionalis. Tapi sekali lagi dalam semua pertemuan tersebut sama sekali tidak ada rencana makar, tidak ada permufakatan makar, tidak ada rencana-rencana yang melanggar hukum,” tegas Rizieq.

(Baca: Saksi Dugaan Makar, Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Polda)

Seperti diketahui, penyidik Polda Metro Jaya hari ini menjadwalkan tiga orang yakni Habib Rizieq Shihab, juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir, untuk dimitai keterangan terkait kasus dugaan makar.
(yendhi/sir)