Saturday, 22 September 2018

Saksi Dugaan Makar, Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Polda

Rabu, 1 Februari 2017 — 11:08 WIB
Bachtiar Nasir. (yendhi)

Bachtiar Nasir. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan perencanaan makar.

Dari pantauan poskotanews.com, Bachtiar datang pada pukul 09.55 WIB dengan ditemani kuasa hukumnya, Kapitra Ampera. Terlihat dirinya mengenakan jas serta peci hitam dan membawa beberapa lembar kertas.

Kapitra Ampera membantah jika kliennya tersebut terlibat dalam kasus makar yang menjerat beberapa tokoh tersebut. Meskipun dirinya tidak membantah jika Bachtiar menghadiri pertemuan di Universitas Bung Karno, namun dirinya menjelaskan jika pertemuan itu hanya sebatas mengisi ceramah sesuai profesinya seorang tokoh agama.

“Ustad Bachtiar Nasir ini tokoh agama, tokoh masyarakat, semua tempat mengundang untuk melakukan pencerahan keagamaan bukan ceramah politik karena beliau bukan tokoh politik, Kalau dia bicara di mana pun termasuk di Universitas Bung Karno (UBK), itu bicara soal moralitas dan agama, soal akhlakul karimah,” ujarnya setiba di halaman gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu, (1/2/2017).

(Baca: Polisi Dibantu TNI Amankan Pemeriksaan Habib Rizieq)

Kapitra mengatakan, kali ini mereka mengaku tidak membawa alat bukti apapun karena datang bukan sebagai tersangka melainkan sebagai saksi. “Kita diminta memberikan keterangan tahu atau tidak suatu peristiwa dugaan tindak pidana. Kita akan sampaikan tahu atau tidaknya,” tegasnya.

Sementara Bachtiar Natsir mengaku memang sempat menghadiri sebuah acara di Universitas Bungkarno, namun dirinya tidak tau siapa saja yang hadir dalam acara tersebut termasuk para tersangka kasus dugaan makar.

“Saya diminta membuat statemen, saya cerita kalau saya orang Luar Batang. Tidak bica soal itu (konstitusi atau Pancasila),” ucap Bachtiar.

“Sebagai ketua GNPF MUI saya harap apa yang kita jalankan dengan penuh kedamaian ini kita alokasikan agar bangsa ini bisa lebih kuat bisa lebih bersatu lagi, bisa lebih bersinergi lagi dan tidak ada kegaduhan-kegaduhan lagi yang membuat kontra produktif atau memancing-mancing emosi,” pungkasnya.
(yendhi/sir)