Thursday, 20 September 2018

Nama Narkotika Baru Itu Blue Safir

Kamis, 2 Februari 2017 — 18:18 WIB
Barang bukti narkotika baru disita Bea Cukai dan BNN

Barang bukti narkotika baru disita Bea Cukai dan BNN

JAKARTA (Pos Kota) – Petugas Bea Cukai Soekarno Hatta dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap sindikat narkotika jenis baru bernama 4-CMC (4-Klorometkatinona) atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah blue safir. Narkotika itu hanya dicampur dengan air putih untuk digunakan pemakainya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan, pengungkapan narkotika jenis blue safir ini berawal dari kiriman paket mencurigakan yang ditemukan oleh Bea dan Cukai Soekarno HattaJumat (13/1) lalu. “Kiriman dari Tiongkok berupa cat akrilik yang dikemas dalam dua jerigen sebanyak 50 liter,” katanya, Kamis (2/2).

Dikatakan Heru, dari penemuan itu, petugas Bea Cukai langsung membawa dua jerigen itu ke laboratorium BNN untuk dipemeriksa Hasilnya, di dalam zat itu ditemukan kandungan narkotika berjenis katinon. “Berbekal hasil laboraturium, kami langsung melakukan control delivery menuju alamat di mana paket tersebut akan dikirim,” ujarnya.

buwas-nar

Kepala BNN Komjen Buwas tunjukkan barang bukti narkotika baru

Dengan dibantu petugas BNN, kata Heru, pihaknya enuju kedua tempat di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang dan Gading Serpong, Tangerang Selatan untuk mengejar pemesan. “Dari pengembangan ke alamat penerima, ternyata itu ruko. Yang pertama itu merupakan panti pijat spa yang di BSD dan kedua merupakan toko rokok elektrik di Gading, Serpong,” ujarnya.

Dari dua tempat itu, petugas mendapatkan informasi si penerima atas nama Edi Pidono, 50, dan Hendro, 34. Namun, kedua pemesan cairan blue safir itu sedang berada di Singapura. “Perlu waktu tiga hari petugas meringkus pelaku yang akhirnya disergap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada 17 dan 18 Januari lalu,” tambah (ifand).