Wednesday, 21 November 2018

Wah, Semua Jadi Sia-sia!

Kamis, 2 Februari 2017 — 6:20 WIB
penjara

KATA orang bijak nggak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan. Besar atau kecil, nggak masalah, kalau mau musyawarah, semua beres! Tapi, sebaliknya kalau persoalan kecil atau sepele dibesar-besarlan akan menjai semakin ruwet.

Banyak yang begitu? Ya, bisa dibilang begitu. Hanya persoalan anak-anak, orang tua bisa berantem, sampai main jotos-jotosann. Hanya karena senggolan kendaraan, berubah jadi pembunuhan.

Ini kan jadi rugi. Rugi semuanya. Yang hidup rugi, yang mati, apalagi. Bayangkan saja, kalau saja persoalan ini diselesaikan dengan hati dan kepala dingin, saling minta amaaf pasti akan berakhir dengan indah. Nggak usah cari salah dan benar. Itu semua bisa diatur.

Tapi, kalau saling ngotot, apa jadinya. Setan ikut campur dan mendorong emosi berebihan. Saling maki, sakit hati, dan marah, lalu tak segan-segan saling menyakiti, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Ini kan namanya ,sia-sia?

Dan buat si pelaku, pastinya akan masuk penjara. Rumah gratis yang nggak pernah diimpikan. Jangan-jangan, sang pelaku, ketika mau berangkat kerja sudah banyak rencana. Nanti,selepas kerja, belanja pakaian atau makanan buat anak istri di rumah. Atau menabung sisa gaji bulan ini, setelah membayar angsuran rumah atau motor ? Atau mau kirim sedikit buat orang tua di kampung?

Tapi, karena emosi yang tak terkendali semua jadi sirna. Penjara menanti, dan bakalan mengurungnya dalam watu yang lama.

Sekali lagi, ini seia-sia kan? Begitu juga bagi para pejabatat yang punya kewenangan dan dipercaya pegang berbagai proyek. Emosi serakahnya nggak terbendung, lalu dengan seenaknya melipat uang negara ke rekening priobnadinya.

Perbuatannya tercium KPK. Lalu ditangkap, dan masuk penjara. Waduh, masa tua yang seharusnya dinikmamti bersam anak cucu jadi sirna. Karir yang selama ini dibangun jadi sia-sia, Bung! -massoes