Tuesday, 30 May 2017

Warga Filipina Kritik Pidato Presiden Duterte yang Membahas Putranya

Rabu, 8 Februari 2017 — 0:20 WIB
Presiden Duterte sering berbicara blak-blakan dan Presiden Obama, Presiden Trump, maupun Paus Fransiskus pernah diejeknya.

Presiden Duterte sering berbicara blak-blakan dan Presiden Obama, Presiden Trump, maupun Paus Fransiskus pernah diejeknya.

FILIPINA– Pengguna media sosial di Filipina mengkritik Presiden Rodrigo Duterte karena menggunakan pidato resmi untuk memarahi putranya yang ‘hilang’.

Aparat keamanan mengatakan Sebastian ‘Baste’ Duterte -seorang peselancar yang berusia 29 tahun- tidak bisa dihubungi pekan lalu.

Dan dalam sebuah pidatonya, Presiden Duterte membahas kehidupan pribadi putranya yang disayanginya itu maupun hubungan mereka yang buruk.
Sebastian kemudian muncul kembali dan menjelaskan keberadaannya namun insiden pidato resmi untuk memarahi anak membuat banyak warga Filipina bingung.

“Selamat Pagi Pak. Jangan stres. Saya hanya tinggal di rumah lain sejak 1 Februari,” kata Duterte muda di Facebook.

Hubungan buruk antara Sebastian Duterte dan ayahnya sudah diketahui banyak orang, namun sejumlah warga mempertanyakan kenapa seorang presiden menggunakan pidato resmi untuk membahas masalah-masalah pribadi.

“Putra bungsu saya brengsek. Dia tidak pulang ke rumahnya lagi,” kata Duterte dalam campuran Tagalog, bahasa Inggris, dan dialek Visayan saat menyampaikan pidato Kamis (02/02) pekan lalu

Presiden kemudian membandingkan Sebastian dengan kedua saudaranya, Sara dan Paolo, yang menjadi politisi di Davao City, tempat Duterte menjadi wali kota sebelum terpilih sebagai presiden.(BBC)