Wednesday, 21 November 2018

Jokowi Dukung Pelindo IV Ekspor Langsung dari Maluku

Kamis, 9 Februari 2017 — 16:23 WIB
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Joko Widodo mendukung upaya Pelindo IV melakukan ekspor langsung dari Maluku dan Indonesia Timur lainnya ke negara tujuan. Dengan demikian diharapkan akan ada peningkatan perekonomi masyatakat Ambon.

Hal itu tercermin ketika Jokowi mendengarkan pemaparan dari Dirut Pelindo IV Doso Agung saat berkunjung ke terminal penumpang Pelabuhan Ambon untuk menyerahkan bantuan life jacket kepada kapal tradisional Kamis (9/2/2017).

Kepada Presiden Jokowi, Dirut Pelindo IV melaporkan sehari sebelumnya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV dan Pemprov Maluku telah menjalin kerjasama atau menandatangani nota kesepahaman MoU untuk ekspor langsung atau direct export dari Pelabuhan Ambon disaksikan Menko Maritim Luhut B Panjaitan dan Menhub Budi Karya Sumadi.

Dijelaskan Doso Agung ekspor langsung merupakan upaya membangun dan meningkatkan sinergi antara Perseroan dan Pemprov Maluku khususnya untuk mendukung kelancaran distribusi logistik atau barang kebutuhan masyarakat.

Dengan ekspor langsung jelas Dirut Pelindo IV  maka barang tidak perlu lagi diangkut ke Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta lalu dipindahkan ke kapal lainnya sehingga efisiensi biaya.

jokowi

“Selama ini kalau ke Surabaya atau Tanjung Priok dua kali turun naik kapal dan akan kena biaya pemindahan. Tapi dengan ekspor langsung maka komoditi yang mau di ekspor bisa langsung sekali jalan ke negara akhir tujuan, sehingga keuntungan yang didapat pengrajin atau pengusaha meningkat,” ujar Doso.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menerima laporan dari Dirut Pelindo IV menyambut baik ekspor langsung. Apalagi selama ini untuk komoditi ikan Ambon terkenal sekali sampai ke manca negara.

Diakui Budi Karya, pemerintah selain meningkatkan koneksitas angkutan penumpang juga joneksitas angkutan barang melalui transportasi laut yang murah di Maluku dan sekitarnya diantaranya tol laut yang tidak terpisahkan dengan ekspor maupun impor langsung.

Untuk melaksanakan program berjalan pemerintah juga tengah membangun rumah kita yang merupakan wadah atau tempat penampungan, pengepul barang-barang yang akan diangkut. Jangan sampai ada keluhan dari pelayaran datang bawa muatan kembalinya tidak ada muatan atau sepi hingga menderita kerugian.

Dengan adanya rumah kita maka stok barang yang akan diangkut selalu tersedia sehingga kapal akan ada muatannya dan jika berjalan baik akan menghilangkan disparitas harga barang antara wilayah Barat dengan wilayah Timur Indonesia. (dwi/win)