Wednesday, 14 November 2018

Ahok Tidak Percaya Jika Dia Jadi Gubernur, Rakyat Jakarta Terbelah

Sabtu, 11 Februari 2017 — 0:53 WIB
Ahok dan Djarot saat keterangan pers

Ahok dan Djarot saat keterangan pers

JAKARTA (Pos Kota) – Calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempersilakan masyarakat menilai sendiri bagaimana penampilan dia dan kontestan lain dalam debat final Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, di Aula Pertemuan Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017) malam.

“Kalian yang nonton lebih bisa nilai, bisa nonton. Kita yang di atas kan enggak bisa nonton kita sendiri. Nanti kita tunggu aja hasil-hasil evaluasi,” kata Ahok, seusai acara debat yang juga disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Ahok mengakui dalam debat itu ada beberapa pertanyaan yang tidak sempat dia jawab. “Karena waktu pendek kan kita harus mikir jawab secepatnya,” ucap dia.

Disinggung kemungkinan warga akan terpecah belah bila dirinya kembali terpilih menjadi gubernur, Ahok tidak sepakat dengan hal itu. Menurutnya, siapapun gubernur dan wakil gubernurnya nanti masyarakat akan kembali bersatu asalkan dipimpin secara adil.

“Itu pasti satu kembali kalau kita adil. Kecuali kalau kita sudah jadi, yang enggak milih kita enggak kita kasih fasilitas, kan enggak. Kan kami orangtua untuk semua. Yang milih tidak milih tetap sama. Yang penting kita adil, enggak terima suap, enggak bengkokin keadilan, nanti masyarakat akan menikmati lagi,” imbuhnya.

Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Selain Ahok dan Djarot Saiful Hidayat (paslon nomor pemilihan 2), juga ada Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (paslon nomor pemilihan 1), dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno (paslon nomor pemilihan 3). Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017. (julian)

  • Hidayat

    Pilih Ahok Djarot agar DKI bebas banjir karena sungai2 banyak yang mulai mengalir lagi setelah setengah abad mampet dan banjir semakin dalam menyusahkan 25 juta warga DKI setiap tahun..

    • Herdy Wibisono

      Wkkkk…ilusi…wong napi ahoax paranoid begitu…banjir got mampet dibilang sabotase….