Wednesday, 13 December 2017

Jakarta Aman dan Nyaman Dambaan Kita Bersama

Sabtu, 11 Februari 2017 — 5:36 WIB

SITUASI Jakarta sebagai ibu kota negara tetap aman dan terkendali. Kalaupun agak menghangat, lebih dikarenakan saat ini sedang digelar kampanye pilkada dengan beragam aktivitasnya.

Apapun kondisinya, stabilitas keamanan Jakarta harus tetap terjaga karena menjadi baromater stabilitas nasional. Begitu pun pelaksanaan pilkada Jakarta menjadi barometer pilkada yang digelar serentak di 100 daerah lainnya.

Tidak dapat dipungkiri isu politik kian santer karena aktivitas sekelompok masyarakat terkait kegiatan keagamaan dan sosial budaya lain, acap disangkut – pautkan dengan dukungan kepada salah satu paslon.

Anggapan semacam itu sulit dipersalahkan karena kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan musim kampanye, tetapi tidak lantas sepenuhnya benar.

Sulit terbantahkan jika muncul anggapan kegiatan tersebut mengarah ke paslon tertentu, setelah melihat siapa yang melakukan kegiatan, lokasi kegiatan, warna dan bentuk kegiatan, peserta yang ikut hadir termasuk para tokoh yang diundang.

Kita dapat memahami, sebuah aktivitas tentu punya maksud dan tujuan, hanya saja perlu lebih arif dalam menyikapi. Begitu juga dalam menyikapi aksi 112 yang direncanakan digelar di Masjid Istiqlal, hari ini.

Kami meyakini bahwa kegiatan yang dipusatkan di Masjid Istiqlal benar- benar merupakan kegiatan keagamaan, sesuai dengan temanya Zikir dan Tausiah Nasional.

Kami meyakini zikir dan doa tersebut tidak ada kaitan dengan kepentingan politik dari golongan tertentu. Kalau pun diseret ke aspek politik, kita sebut kepentingan nasional untuk keselamatan bangsa dan negara. Tentu saja, jamaah yang ikut hadir akan berdoa dan berzikir bersama untuk persatuan dan kesatuan bangsa, untuk keselamatan dan keamanan bangsa, untuk kerukunan umat, untuk makin tetap tegaknya NKRI serta kesejahteraan rakyat.

Terkait dengan hajatan pilkada tentu berdoa bersama agar pilkada serentak, termasuk di Jakarta dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, lancar, dan demokratis.
Jika itu yang dilakukan berarti murni kegiatan ibadah. Tak ada orasi dukung mendukung paslon tertentu, tak ada demo turun ke jalan.

Meski begitu antisipasi aparat keamanan tidak boleh lengah untuk mencegah kemungkinan ada oknum yang berupaya memancing kekisruhan di tengah massa yang diduga jumlahnya cukup besar.

Antisipasi dan kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi peserta yang hadir dalam zikir dan doa nasional. Jakarta yang aman dan nyaman merupakan dambaan kita bersama, karena itu untuk memewujudkannya juga menjadi tangggungjawab kita bersama. ( *).