Sunday, 26 March 2017

Hari Ini Sidang Ahok Digelar, Empat Saksi Dihadirkan

Senin, 13 Februari 2017 — 5:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta (nonaktif), Basuki Tjahaja Purnama, dalam sidang di Auditorium Kementerian Pertanian. (pool)

Gubernur DKI Jakarta (nonaktif), Basuki Tjahaja Purnama, dalam sidang di Auditorium Kementerian Pertanian. (pool)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Senin, (13/2/2017), kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sama dengan sebelumnya, sidang kali ini masih dilaksanakan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan dipimpin oleh hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto.

Salah satu anggota tim penasehat hukum Ahok, Humphrey R Djemat mengatakan, JPU rencananya akan menghadirkan empat aksi ahli untuk memberikan keterangan di depan majelis hakim, mereka yakni ahli Hukum Pidana, ahli Agama, dan ahli Bahasa.

“JPU telah memanggil empat ahli yang akan memberikan keterangan dalam persidangan hari Senin tanggal 13 Februari 2017,” ujar Humphrey saat dihubungi poskotanews.

Humphrey menjelaskan, keempat orang ahli tersebut yakni Prof Dr Muhammad Amin Suma (ahli Agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016), Dr Mudzakkir (ahli Hukum Pidana), Dr H Abdul Chair Ramadhan (ahli Hukum Pidana), dan Prof Mahyuni (ahli Bahasa Indonesia).

Seperti diketahui, sidang Ahok sebelumnya selalu digelar setiap Selasa. Namun, khusus sidang ke-10 dilaksanakan pada Senin (hari ini), hal tersebut karena pada Rabu (15/2/2017) lusa, merupakan hari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

“Karena pekan depan pengamanan dikonsentrasikan di TPS, sidang kami majukan satu hari menjadi Senin,” kata Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarso, dalam sidang kesembilan yang dijalani Ahok, Selasa, (7/2/2017).

Ahok menjadi terdakwa karena dinilai telah menistakan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, dalam pidatonya Ahok menyinggung soal Surah Al-Maidah ayat 51. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Bupati Belitung Timur tersebut dengan Pasal 156 (a) KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun. (Yendhi)