Sunday, 19 February 2017

MASA TENANG

Senin, 13 Februari 2017 — 5:27 WIB

Oleh Harmoko

MASA kampanye pilkada serentak sejak 28 Oktober 2016 berakhir Sabtu (11/2) lalu. Tibalah masa tenang, Minggu (12/2) hingga Selasa (14/2), sebelum acara pencoblosan, Rabu (15/2) lusa. Saatnya kita menenangkan pikiran, menata hati, jauhkan dari aktivitas yang bersifat kampanye. Ini tak saja berlaku bagi pasangan calon peserta pilkada, tetapi juga berlaku bagi para pendukungnya.

Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota terdapat klausul yang menjelaskan mengenai masa tenang. Pasal 49 ayat (2) Peraturan KPU tersebut menjelaskan, masa tenang kampanye berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Pada ayat (3) disebutkan, pada masa tenang pasangan calon dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apa pun.

Apabila ada pasangan calon atau ada orang melakukan kampanye selama masa tenang, dikenai sanksi pidana sesuai dengan Pasal 187 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Pasal 187 ayat 1 UU ini menyebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk masing-masing calon, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 15 (lima belas) hari atau paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).”

Tidak hanya pelarangan pada aktivitas fisik di lapangan, pelarangan itu juga berlaku pada aktivitas di media sosial. Akun resmi pasangan calon harus ditutup mulai 11 Februari pukul 00.00 WIB. Pengawasan medsos dilakukan Bawaslu bersama aparat kepolisian. Definisi kegiatan kampanye adalah penyampaian visi-misi, program kerja, dan informasi lain terkait pasangan calon.

Peraturan juga menegaskan bahwa selama masa tenang tidak boleh ada upaya mengarahkan orang untuk memilih calon tertentu, mengarahkan untuk tidak memilih salah satu pasangan, atau mengarahkan tidak menggunakan hak pilihnya. Bagaimana tentang ujaran kebencian di media sosial yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon tertentu?

Menurut Ketua KPU Juri Ardiantoro, selama ini pengawasan media sosial hanya dilakukan kepada akun resmi pasangan calon. Padadahal, aktivitas kampanye tidak hanya dilakukan oleh akun resmi pasangan calon, melainkan juga dilakukan oleh para buzzer. Anggota KPU Hadar Nafis Gumay juga mengakui bahwa KPU kesulitan mengatur buzzer agar tidak berkampanye selama masa tenang.

Karena belum ada rujukan peraturan mengenai aktivitas buzzer, selama ini Bawaslu hanya bisa menindak akun-akun resmi pasangan calon jika terjadi pelanggaran kampanye saat masa tenang. Bawaslu tidak punya kewenangan menindak akun pribadi yang bertindak sebagai buzzer.

Mengingat hal tersebut, tidak ada pilihan lain bagi Bawaslu untuk bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap akun-akun medsos yang diaktifkan oleh para buzzer. Ke depan, hal seperti ini harus diantisipasi sehingga peraturan dan mekanisme kegiatan kampanye di media sosial oleh buzzer bisa disatupaketkan. Dengan demikian, Bawaslu punya otoritas untuk melakukan tindakan penghentian sekaligus menerapkan sanksi setiap ada pelanggaran.

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah seruan kepada setiap pasangan calon agar bersama tim sukses dan tim kampanyenya meminta kepada para pendukungnya tidak melakukan kegiatan yang bisa merusak suasana masa tenang, hingga tiba saatnya melakukan pencoblosan sesuai jadwalnya. Selamat menggunakan hak pilih, laksanakan pilkada dengan bebas dan bertanggung jawab. ( * )

Terbaru

Messi dipeluk teman-temanya usai mencetak gol penyelamat Barca (reuters)
Senin, 20/02/2017 — 6:00 WIB
Barcelona Susah Payah Tekuk Leganes 2-1
ilustrasi
Senin, 20/02/2017 — 6:00 WIB
Murid SD Habisi Teman Sekelas, Keluarga Mengungsi
Gedung DPR.
Minggu, 19/02/2017 — 22:42 WIB
DPR Siap Terima Unjuk Rasa 212 Jilid Dua
Laga Inter Milam melawan Bologna dalam lanjutan Serie A. Jakarta Timur
Minggu, 19/02/2017 — 22:35 WIB
Gabigol Selamatkan Inter Milan