Saturday, 25 March 2017

Penolakan Saksi Ahli Sudah Dipertimbangkan Kuasa Hukum Ahok

Senin, 13 Februari 2017 — 18:22 WIB
Kuasa hukum Ahok, Humphrey S Djemat  saat beri keterangan pers

Kuasa hukum Ahok, Humphrey S Djemat saat beri keterangan pers

JAKARTA (Pos Kota) – Kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menolak dua saksi ahli agama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang kesembilan, Selasa (7/2/2017) kuasa hukum menolak kesaksian anggota Komisi Fatwa MUI. HM Hamdan Rasyid

Pada sidang hari ini, Senin (13/2/2017), saksi ahli agama, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, M. Amin Suma juga ditolak. Keduanya ditolak dengan alasan yang sama, yakni dianggap tidak independen dan objektif.

Kuasa hukum Ahok, Humphrey S Djemat mengatakan penolakan tersebut sudah dipertimbangkan secara matang oleh tim kuasa hukum.

“Kita nggak menolak (saksi) sembarangan. Yang jadi persoalan besar itu MUI sudah mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaannya. Bagaimana orang yang buat, dia yang menilai sendiri. Itu kan konflik of interest,” ujar Humphrey usai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

Humphrey mengatakan dalam persidangan nanti JPU juga menghadirkan saksi ahli agama dari PBNU. Dengan saksi tersebut, Humphrey memastikan kuasa hukum akan menerima kehadiran saksi tersebut dalam persidangan.

“Nanti ada saksi dari PBNU kita nggak masalah. Pasti diterima dong kalau (saksi ahlinya) dari PBNU,” kata Humphrey.

Sementara, anggota kuasa hukum Ahok, Rian Ernest, mengaku belum mendapat kepastian waktu saksi ahli dari PBNU memerikan keterangan.

“Belum tahu kapan yang ahli dari PBNU. Kayaknya sidang minggu depan ahli hukum pidana yang hari ini tidak hadir (Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan),” kata Rian. (ikbal)