Friday, 21 September 2018

Sebelum Sidang, Ahok Terima Warga di Balaikota

Senin, 13 Februari 2017 — 10:47 WIB
Aktivitas Ahok di Balaikota.(julian)

Aktivitas Ahok di Balaikota.(julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Hari ini, Senin (13/2/2017), seharusnya menjadi hari pertama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali aktif bekerja sebagai Gubernur DKI.

Hal ini berkaitan dengan telah habisnya cuti masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 dan statusnya sebagai gubernur aktif pun telah dikembalikan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Sumarsono, Plt Gubernur DKI Jakarta sekaligus Direktur Jenderal Otonom Daerah Kemendagri, Sabtu (11/2/2017) sore.

Namun, Ahok belum bisa sepenuhnya kembali aktif bekerja sebagai gubernur. Pasalnya, di hari ini pula dia mesti menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa terkait perkara dugaan penodaan agama.

Sidang kesepuluh, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Meski begitu, Ahok menyempatkan diri datang ke kantornya, Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, tadi pagi, untuk mengisi absensi kehadirannya selaku Gubernur DKI Jakarta.

Menariknya, di Pendopo Balaikota DKI Jakarta sudah ada ratusan warga yang ingin bertemu menyampaikan aspirasinya langsung kepada Ahok. Keramaian warga sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB.

“Banyak warga yang datang. Tapi banyak juga pegawai honorer yang datang,” kata seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta, Maruhal, di Balaikota DKI, Senin (13/2/2017) pagi.

Seperti biasa, sebelum cuti, Ahok memang rutin menerima kedatangan warga setiap pagi di Pendopo Balaikota sebelum mulai bekerja. Selain menerima aspirasi dia juga kerap melayani ajakan swafoto.

Aktivitas itu pun terulang kembali. Antrean warga yang ingin mengadu, menyampaikan aspirasi atau sekadar berswafoto dengan Ahok langsung di Pendopo Balaikota DKI terlihat lagi.

Ahok yang tiba sekitar pukul 07.00 WIB langsung dikerubungi oleh warga yang tadinya sempat berdiri mengantre. “Pak Ahok foto dulu ya, Pak. Saya sudah lama ingin foto bareng, Pak Ahok,” ucap seorang wanita, diikuti sejumlah warga lainnya. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun tampak sabar melayani ajakan itu.

Kemudian, sebagian warga lainnya sebelum berswafoto juga mengadukan permasalahan. Salah satunya terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan memohon bantuan biaya kesehatan. Semua pengaduan dia terima dan dengarkan secara serius. Sesekali Ahok meminta staf dan ajudannya untuk mencatat nomor telepon warga yang memohon bantuan.

Sementara beberapa pegawai yang datang mengadukan masalah terkait statusnya sebagai honorer. Mantan anggota DPR RI itu lantas menjelaskan soal aturan aparatur sipil negara (ASN).

“Kan biasanya kalau sudah jadi PNS, merasa aman. Sekarang enggak, karena ada ASN ini. Tiap saat saya tandatangan pemecatan PNS lho,” timpalnya.

Kesempatan melayani pengaduan dan ajakan swafoto dari warga itu berlangsung sekitar 30 menit. Setelahnya, Ahok berjalan ke dalam ruang kerjanya. Beberapa menit kemudian dia kembali keluar dan meninggalkan Balaikota untuk menjalani sidang kesepuluh perkara dugaan penodaan agama di Auditorium Kementan.

(julian/sir)