Friday, 24 March 2017

Cegah Serangan Fajar

Selasa, 14 Februari 2017 — 6:00 WIB

TINGGAL satu hari lagi pesta demokrasi serentak, Pilkada 2017 yang akan dilaksanakan besok, Rabu 15 Februari 2017. Pilkada digelar di 101 daerah, dengan rincian 7 pilkada provinsi, 76 kabupaten dan 18 kotamadya.

Pilkada DKI Jakarta dipastikan yang paling menyedot perhatian perhatian publik. Masa kampanye telah usai, kini waktunya pemilih menyiapkan diri menentukan calon pemimpin pilihannya. Kini waktunya masyarakat dibebaskan dari hingar bingar kampanye, termasuk black campaign (kampanye hitam).

Faktanya, cara-cara curang menjatuhkan lawan justru terjadi di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan. Temuan satu truk brosur berisi menjelek-jelekkan dua paslon Gubernur DKI, membuktikan pilkada masih dikotori oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Ada beberapa cara curang yang selalu muncul pada setiap pemilihan umum. Pertama, black campaign baik dengan cara menebar fitnah lewat ucapan, melaui media sosial maupun menebar brosur. Kedua, pemaksaan atau intimidasi. Ketiga, money politic alias politik uang.

Jual beli suara, tebar duit alias ‘serangan fajar’ menjadi salah satu dari sekian cara-cara tidak fair yang kerap terjadi. Dan ini tentu terkoordinir rapih hingga sulit terendus. Kita tidak menuduh, tetapi mengingat kasus ini kerap muncul, tentu harus diwaspadai.

Pemilu jurdil (jujur dan adil) adalah prinsip yang harus dipegang semua pihak. Meski sulit dicapai, paling tidak kecurangan harus diminimalisir. Pemilu harus dilaksanakan secara luber dan jurdil, demokratis dan transparan.

Oleh karena itu, Panwaslu selaku garda terdepan mengawasi penyelenggaraan pilkada sesuai amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011, harus ekstra ketat melaksanakan pengawasan dan responsif menerima laporan dari masyarakat tentang adanya indikasi kecurangan. Politik uang bukan tidak mungkin terjadi.

Publik juga punya tanggungjawab yang sama, melaporkan indikasi kecurangan bila ditemukan. Semua berharap pesta demokrasi serentak besok, berlangsung lancar sesuai prinsip luber dan jurdil. **