Thursday, 25 May 2017

Siap Terpilih, Siap Tidak Terpilih

Rabu, 15 Februari 2017 — 6:09 WIB

HARI ini,Rabu (15/2), pilkada serentak digelar di 101 daerah, termasuk di DKI Jakarta.Warga Jakarta yang diwakili 6.983.692 pemilih akan mendatangi 15.059 Tempat Pemungutan Suara( TPS) yang tersebar di sejumlah wilayah.

Mereka akan memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan.

Siapa pun terpilih itulah hasil pilihan rakyat. Tak perlu protes, tak perlu menyesali dan tak perlu khawatir akan masa depan Jakarta. Sebab, yang terpilih berarti menjadi pilihan mayoritas warga Jakarta.

Agar tidak menyesal di kemudian hari, maka pilihan haruslah sesuai dengan hati nurani,bukan atas tekanan atau ikut – ikutan serta hasutan.

Kami meyakini warga Jakarta lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Lebih tahu siapa calon gubernur yang bisa membawa kemajuan dan menyejahterakan warga Jakarta.
Gubernur yang mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan ibu kota negara. Gubernur yang mampu menciptakan ketenangan dan menjadi barometer bagi daerah lain,baik di bidang ekonomi, sosial politik dan budaya.

Jika calon yang diusung, ternyata tidak terpilh, kita berpikir positif bahwa calon lain dinilai lebih baik bagi sebagian besar orang.

Tidak perlu membikin kegaduhan, apalagi sampai tidak mengakui kepemimpinan gubernur terpilih.

Sepanjang pelaksanaan pilkada berjalan demokratis, berkualitas dan berintegritas, tak ada alasan untuk menolak. Lain halnya, jika terdapat bukti adanya kecurangan,dan itu pun harus melalui proses gugatan.

Kami hanya ingin berpesan bahwa pilihan boleh beda, tetapi kita tetap bersaudara, sama- sama warga Jakarta. Berikutnya adalah sama- sama mengawasi dan mengkritisi kebijakan gubernur terpilih.

Bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berlaga dalam pilkada, harus ikhlas dan legowo jika tidak terpilih.

Ini sesuai deklarasi yang telah ditandatangani oleh ketiga paslon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni ( no urut 1), Basuki Tjahaja Purnama -Djarot Saiful Hidayat ( no urut 2) dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno ( no urut 3).
Satu poin deklarasi yang ditandatangani pada 29 Oktober tahun lalu berbunyi ” Siap terpilih dan siap tidak terpilih”.

Kami berharap, deklarasi ini tidak hanya terukir indah di atas kertas, tak juga terdengar indah saat diucapkan, tetapi buruk dalam pelaksanaan. (*).