Monday, 29 May 2017

Imas, 25 Tahun Hidup Bersama Jagung

Jumat, 17 Februari 2017 — 1:16 WIB
Imas tengah merontokkan biji jagung di rumahnya. (dono)

Imas tengah merontokkan biji jagung di rumahnya. (dono)

SOSOK Imas, 45, tergolong ibu rumahtangga ‘perkasa’ di Cibatu, Kabupaten Garut. Karena sudah hampir 25 tahun dia hidup bersama jagung hasil pertaniannya.

Menanam, memupuk, dan memanen, semua dikerjakan wanita paruh baya yang tinggal di Desa Kertajaya, Cibatu itu.

Tidak seperti ibu rumahtangga lain, dia sudah puluhan tahun tak pernah memakai make-up wajah, apalagi pergi ke salon untuk memoles tubuh guna memanjakan sang suami.

Prinsip hidupnya, bekerja dan terus bekerja. “Pokoknya kerja…kerja… dan kerja..,“ celetuknya menirukan ungkapan Presiden Jokowi, di rumahnya, kemarin.

Dia mengakui, sejak berusia enam tahun sudah dididik orangtuanya akrab dengan lahan pertanian. Pagi, siang hingga sore ibu rumahtangga ini menghabiskan waktu di atas lahan pertanian. “Sudah hampir 25 tahun lebih saya hidup bersama jagung ini,“ katanya sambil tertawa.

Pertanian jagung bagi wanita ‘perkasa’ satu ini sudah mendarah daging. Gagal penen, harga pupuk naik, harga jual murah, dan sulitnya mencari bibit merupakan seni dalam mengelola pertanian. Meski dia tidak menepis, kalau nasib petani senantiasa diombang-ambing turun naik harga. “Turun naik harga mah biasa, yang saya takutkan masuknya jagung impor,“ tegasnya.

LIMA KUINTAL

Sosok Imas di daerah Kertajaya, Cibatu, Garut, sudah terkenal dengan wanita jagung yang tangguh. Dalam sepekan, dia mampu menjual jagung hingga 5 kuintal dengan harga rata-rata Rp3.000 per kilogram dalam kondisi kering.

Uang hasil pertanianya selalu digunakan untuk kebutuhan keluarga dan perluasan lahan pertanian. “Lebih dua puluh tahun bergelut dengan jagung, kehidupan keluarganya semakin tercukupi,“ ungkapnya.

Bagi Imas bertani jagung didapat secara otodidak alias pengalaman namun penghasilan yang diperoleh saat ini boleh dibilang fantatis.

“Lahan pertanian semakin luas, penghasilan bihih dari cukup. Saya sudah bisa menabung sekarang,“ imbuhnya.

PROYEKSI ANAK

Dua anaknya yang masih kecil kini sudah diproyeksikan menjadi sarjana ahli agro pertanian dengan harapan kelak mampu mengelola puluhan hektar lahan jagung yang sudah dia miliki.

“Kalau anak sudah sarjana pertanian paling tidak pengelolahan lahan jagung akan modern. Karena itu, hasil keuntungan dari jagung tengah dikumpulkan untuk biaya sekolah anak-anak,” katanya.

“Nanti dari jagung kembali ke jagung. Biaya sekolah dari jagung kelak menjadi sarjana di bidang jagung,“ ujarnya sambil tertawa.

Imas nampaknya pantas dijuluki ‘wanita perkasa’ di Cibatu, Kabupaten Garut. Dia selain piawai dalam bertanam jagung, juga memiliki jaringan khusus untuk pemasaran.
Imas memang pemimpin bisnis jagung, sedangkan sang suami hanya membatu. Jagung yang dia panen setelah diolah langsung dipasarkan ke distributor makanan anak, seperti chiki, roti, dan makanan kecil lainnya.

Dengan pemasaran yang bagus, Imas mengaku optimis berbisnis jagungnya maju.
“Ayo kawan menanam jagung di kebun kita. Ambi cangkulmu, ambil cangkulmu kita bekerja tak jemu-jemu!“ (Dono Darsono)

Terbaru

sujud
Selasa, 30/05/2017 — 1:05 WIB
Tahajjud Setelah Witir
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri
Selasa, 30/05/2017 — 1:05 WIB
Hadapi Madrid, Allegri Minta Pemain Juventus Tenang
Dr.Azizah MA
Selasa, 30/05/2017 — 1:00 WIB
Zakat Fitrah
Ari Wibowo, mulai kembali dapat atensi penggemar.(Ist)
Selasa, 30/05/2017 — 0:40 WIB
Sambil Urus Restoran Ari Wibowo Main Film Lagi
Tiger Woods juara dunia 14 kali (reuters)
Selasa, 30/05/2017 — 0:24 WIB
Pegolf Tiger Woods Ditangkap Polisi