Thursday, 25 May 2017

Jaksa Terus Buru Penilep Dana Pengendali Banjir

Jumat, 17 Februari 2017 — 0:13 WIB
Gedung Bundar Jampidus Kejaksaan Agung

Gedung Bundar Jampidus Kejaksaan Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung kejar pihak swasta dan unsur pemerintah terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Proyek Pengendali Banjir, di Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air Jakarta Selatan.

“Tentu, kita akan kembangkan ke sana. Jadi terus berjalan,”kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus). Fadil Zumhana, Kamis (15/2).

Namun, dia mengingatkan pihaknya kini, tengah fokus untuk menuntaskan pemberkasan tiga terasangka kasus proyek pengendali banjir alias swakelola, yang bersumber dari APBD Jakarta sekitar Rp92 miliar lebih.

Dugaan keterlibatan unsur swasta dan unsur pemerintah lain, mencuat saat persidangan kasus Sanusi (Anggota DPRD Jakarta) di Pengadilan Tipikor, dimana rekanan proyek Tata Air merogoh kocek puluhan miliar, guna membeli rumah dan apartemen mewah serta mobil super mewah keluaran terakhir.

Ketiga tersangka kasus Pengendali Banjir, adalah Fahrurozi, Kepala Sudin PU Tata Air Jaksel, periode Juni 2013 – 2014), Herry Prastowo (Mantan Kasubag Sudin PU Tata Air Jaksel, kini Staf Penyelidikan Pengujian dan Pengukuran Dinas Bina Warga Pemprov DKI) dan Irvan Amtha (Mantan Kasudin PU Tata Air Jaksel). (ahi)