Sunday, 23 April 2017

KPU: Putaran Kedua, Ahok-Djarot Harus Cuti

Jumat, 17 Februari 2017 — 20:07 WIB
Ahok dan Djarot pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta (julian).

Ahok dan Djarot pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta (julian).

JAKARTA (Pos Kota) –Di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, pasangan calon yang merupakan pejabat harus cuti. Cuti ini dilakukan untuk kepentingan pasangan calon.

“Kalau kampanye otomatis harus cuti. Nanti kita lihat mekanisme kampanyenya seperti apa jika memang ada putaran kedua,” ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiyansah, Jumat (17/2).

Berdasarkan jadwal pelaksanaan Pilkada Serentak 2017, penetapan hasil perolehan suara untuk pemilihan gubernur (Pilgub) paling lambat dilaksanakan 27 Februari. KPU akan menunggu hingga tiga hari untuk memberikan waktu kepada paslon yang mengajukan sengketa hasil pemungutan suara. “Jika tiga hari tidak ada pihak yang mengajukan gugatan, maka setelah 27 Februari akan ditentukan ada tidaknya Pilkada putaran kedua,” ujar Ferry.

Di putaran Kedua Pilkada DKI, kata Ferry, nantinya akan ada proses kampanye maupun debat paslon. Tujuannya untuk penajaman visi dan misi paslon. “Nanti akan dibahas untuk kordinasi teknis, termasuk mengenai alat peraga, semua akan dibicarakan dulu,”

Sebagaimana diketahui, hasil akhir penghitungan cepat Pilkada DKI 2017, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno masuk putaran kedua. Basuki-Djarot merupakan gubuernur petahana, sehingga apabila kampanye harus cuti.(us)