Thursday, 15 November 2018

Meninjau Gaya Busana Mendiang Putri Diana Melalui Pameran

Senin, 20 Februari 2017 — 17:50 WIB
Diana mengenakan blus chiffon ini pada 1981 untuk pemotretan pertamanya dengan majalah Vogue.

Diana mengenakan blus chiffon ini pada 1981 untuk pemotretan pertamanya dengan majalah Vogue.

PAMERAN pameran di Istana Kensington, London, merekam gaya busana mendiang Putri Diana dari waktu ke waktu.

Pameran bertajuk Diana: Her Fashion Story akan memamerkan busana-busana ikonik sepanjang hidup ibunda Pangeran William dan Pangeran Harry itu, baik sebelum dia menikah dengan Pangeran Charles maupun setelah bercerai pada era 1990-an.

Eleri Lynn, selaku kurator, mengatakan pameran itu menunjukkan Putri Diana “semakin percaya diri sepanjang hidupnya”.

Taman yang serba putih akan ditanam di pekarangan Istana Kensington musim panas ini guna merayakan hidup Diana, yang tahun ini telah meninggal dunia selama dua dekade.

diana-busana

Putri Diana memesan mantel tartan dan rok ini dari perancang Emanuel untuk kunjungan kerajaan ke Italia pada 1985.

Corak kotak-kotak pada busana ini memang modis pada era 1980-an, tapi banyak kritikus mode tak menganggapnya bagus.

Gaun malam berbahan sutra chiffon dikenakan Diana pada Festival Film Cannes 1987 dan untuk penampilan Miss Saigon di Teater Royal, London, pada 1989.

Busana ini diciptakan Catherine Walker yang terinsipirasi oleh gaun yang dipakai Grace Kelly saat membintangi film arahan Alfred Hitchcock pada 1955 yang berjudul To Catch A Thief.

Foto Putri Diana tampil pada tajuk utama sejumlah surat kabar saat dia berdansa dengan John Travolta dalam makan malam kenegaraan di Gedung Putih, 1985.

Gaun malam berbahan sutra beludru yang dia pakai malam itu dirancang Victor Edelstein. Gaun itu disebut-sebut sebagai salah satu gaun favoritnya.

Gaun ini dikenakan Putri Diana untuk acara konser di Barbican pada 1989. Saat itu gaun tersebut dianggap banyak kalangan sebagai pilihan yang tidak biasa bagi seorang putri mengingat gayanya mirip tuksedo maskulin.

Perancang busana, David Sassoon, mengatakan gaun itu merupakan cerminan bagaimana Diana mulai “melanggar aturan” sembari bereksperimen dengan gaya dan memahami pakaian apa yang pantas untuk acara-acara tertentu.

Gaun malam berpayet ini dirancang Catherine Walker pada 1986 dan disebut menjadi ciri khas Putri Diana ketika dia memasuki fase ‘Dinasti’. Media Inggris mencatat pada era itu Putri Diana berselera pada “bantalan bahu yang besar, bahan kain yang mewah, dan aksesoris logam”.

Putri Diana mengenakannya saat kunjungan ke Austria pada 1986, serta dua acara amal pada 1989 dan 1990.

Putri Diana semakin sering memesan karya Catherine Walter untuk mengembangkan apa yang disebut sang perancang sebagai ‘seragam kerajaan’.

Dia mengenakan gaun merah ini saat berkunjung ke London Lighthouse, sebuah pusat kesehatan yang menangani pasien pengidap HIV dan AIDS, pada Oktober 1996.(BBC)