Wednesday, 19 September 2018

Tidak Seperti Anies, Ahok Tolak Menyusuri Rumah Warga Korban Banjir

Senin, 20 Februari 2017 — 17:55 WIB
Ahok semangani petugas Penanggulangan Bencana Pemprov DKI

Ahok semangani petugas Penanggulangan Bencana Pemprov DKI

JAKARTA (Pos Kota) – Usai mengunjungi permukiman korban banjir Cipinang Melayu di Masjid Universitas Borobudur, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melihat pemukiman warga di RW 04, Senin (20/2/2017). Ahok bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Teguh Hendarwan dan Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana hanya sampai akses ke permukiman warga.

Beberapa warga yang masih bertahan di rumahnya mendekati Ahok untuk bersalaman. Warga lainnya hanya melihat dari kejauhan di lantai dua rumahnya.

Meski tersedia dua perahu karet, Ahok beserta rombongan tidak mennggunakannya untuk menyusuri rumah yang terdampak banjir. Hal ini berbeda dengan kunjungan calon gubernur Anies Baswedan pagi tadi. Bahkan Anies rela turun menerjang banjir untuk bertemu warga.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mempunyai alasan sendiri tidak mengikuti apa yang dilakukan rivalnya di pilkada itu. Ahok mengatakan petugas yang banjir lebih dibutuhkan tenaganya untuk menarik perahu karet yang digunakan warga korban banjir.

“Itu perahu karet kalau pejabat semua ikut, orang butuh, nanti kalau orang yang bawa kita tenaganya habis sedangkan anak-anak dan orang tua yang butuh lebih penting. Aku ini berat lho 92 kilo,” ujar Ahok di Cipinang Melayu, Senin (20/2/2017).

Ahok juga menegaskan satu-satunya cara untuk menanggulangi banjir di Cipinang Melayu dengan normalisasi sungai. Ahok juga meminta warga setempat untuk tidak menjual tanahnya. Sebab saat banjir berhasil diatasi, harga tanah tersebut akan melonjak naik.

“Gak ada jalan lain. Ini harus dinormalisasi. Saya juga berpesan agar warga tidak menjual tanahnya. Ini banyak pengembang yang mau beli lahan mereka dengan harga murah. Nah nanti begitu sudah gak banjir lagi, nilai tanahnya berlipat harganya,” pungkas Ahok. (ikbal)