Saturday, 27 May 2017

Empat Saksi Didengar Dalam Sidang ke-11 Ahok

Selasa, 21 Februari 2017 — 7:20 WIB
Ahok saat diadili

Ahok saat diadili

JAKARTA (Pos Kota) – Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, hari ini, Selasa, (21/2/2017), kembali menjalani sidang lanjutan perkara dugaan penodaan agama.

Sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jalarta Utara ini masih dilaksanakan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan dipimpin oleh hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto.

Sidang ke-11 ini masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurut salah satu tim kuasa hukum Ahok, Edi Danggur, kali ini akan ada empat ahli yang akan dihadirkan oleh JPU.

“Abdul Chair Ramadhan ahli hukum pidana, Yunahat Ilyas ahli agama Islam, Miftachul Ahhyar ahli agama Islam, dan Mudzakkir ahli hukum pidana,” ujar Edi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (21/2/2017).

Untuk diketahui, Abdul Chair Ramadhan adalah ahli hukum pidana dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sedangkan Mudzakkir merupakam ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII). Yunahar Ilyas adalah ahli agama dari MUI, dan Miftachul Akhyar ahli agama dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dua saksi yakni, Abdul Chair Ramadhan dan Mudzakkir sebenarnya sudah dijadwalkan hadir dalam sidang kesepuluh Ahok pada Senin, (13/2) lalu. Namun, keduanya berhalangan hadir sehingga ditunda pada hari ini untuk bisa memberikan keterangan.

Ahok menjadi terdakwa karena dinilai telah menistakan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, dalam pidatonya Ahok menyinggung soal Surah Al-Maidah ayat 51. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Bupati Belitung Timur tersebut dengan Pasal 156 (a) KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun. (Yendhi)