Sunday, 26 March 2017

Penasehat Hukum Ahok Kembali Persoalkan Saksi dari MUI

Selasa, 21 Februari 2017 — 9:21 WIB
Ahok dan  tim penasehat hukumnya dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok dan tim penasehat hukumnya dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017) tetap digelar meski banjir landa Jakarta. Pada sidang ke sebelas ini Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan empat saksi ahli.

Dua dari empat saksi yang dihadirkan JPU pada sidang ke sebelas Ahok adalah ahli agama MUI, Yunahar Ilyas dan ahli hukum pidana MUI, Abdul Chair Ramadhan. Sementara dua ahli lainnya adalah ahli agama Islam PBNU, Miftachul Akhyar dan ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir.

Menyikapi dua saksi ahli dari MUI, kuasa hukum Fifi Lety Indra menyatakan akan kembali mengesampingkan kesaksian ahli itu. Fifi menilai kesaksian tidak akan objektif karena terafiliasi dengan MUI.

“Saksi ahli kan harus objektif, gimana bisa objektif dan netral jika saksi ahli menilai produk yang dibuatnya sendiri,” ungkap Fifi saat dihubungi.

Kuasa hukum, menurut Fifi, akan menolak mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli. Sebelumnya dua saksi dari MUI yakni Hamdan Rasyid, anggota Komisi Fatwa dan Wakil Ketua Komisi, M. Amin Suma.

“Sikap kita menolak dengan tidak mengajukan pertanyaan, karena saksi tersebut tidak objektif,” pungkas Fifi. (ikbal)