Sunday, 24 September 2017

PPP Tidak Ikut Ajukan Hak Angket ‘Ahok Gate’

Selasa, 21 Februari 2017 — 7:17 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , Djan Faridz

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , Djan Faridz

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Jakarta, Djan Faridz mengakui hak angket dimiliki setiap anggota DPR terkait keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang tidak memberhentikan sementara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Itu kan hak masing-masing anggota. Biarlah hak itu berjalan dengan baik,” katanya, di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2017).

Namun, Djan n bertanya-tanya seberapa perlu hak angket diusulkan terkait masalah tersebut. Apalagi hanya fraksi-fraksi dari partai oposisi Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang mengusulkannya.

Menurutnya, dari pada memaksakan hak angket, lebih baik anggota dewan menunggu hasil persidangan kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Ahok. “Tunggu saja hasilnya, buat apa sibuk hak angket kan keputusan pengadilan belum ada,” ujarnya.

Menteri Perumahan Rakyat pada masa Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun berkomitmen mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Untuk itu ia pun memastikan Fraksi PPP dari kubunya tidak akan ikut mengajukan hak angket ‘Ahok Gate’.

“PPP mendukung tetap (Ahok-Djarot), tidak akan mengajukan hak angket. Anggota kami yang 10 orang itu tidak akan mengajukan hak angket. Aman, insya Allah,” imbuhnya.

Usulan hak angket ‘Ahok Gate’ muncul setelah masa cuti kampanye Ahok habis dan mantan Bupati Belitung Timur itu tidak diberhentikan sementara sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di sisi lain, ada kasus hukum yang menjeratnya dan dia sudah berstatus terdakwa.

Namun, Mendagri Tjahjo Kumolo beralasan, keputusannya itu sudah sesuai prosedur. Sebab, pemerintah menggunakan pasal alternatif dari dua pasal yang disangkakan oleh majelis hakim kepada Ahok, dimana hukumannya di bawah lima tahun. (julian)