Sunday, 28 May 2017

BEGINI TERUS

Rabu, 22 Februari 2017 — 5:34 WIB

“WAH, hujan dua hari kemarin bikin Jakarta kebanjiran,” kataku begitu tiba di Pos RW.

“Bukan banjir, air tergenang,” kata Soleh tenang.

“Ah, kau macam-macam saja. Orang sudah kelabakan bahkan ada yang tak bisa masuk kerja. Kulihat kemarin toko di ITC Cempaka Mas, beberapa toko tutup,” kata Lukman.

“Ya kan kata pejabat DKI begitu,” kata Soleh seakan membela diri.

“Apa pun tak tahulah. Tapi yang jelas, kita terpaksa mengharungi air. Di beberapa jalan kendaraan mogok dan ada pula yang tak bisa lewat,” kataku.

“Karena banjir, eh… air tergenang, sidang Ahok jadi sepi pengunjung,” kata Lukman.

“Bukan karena ikut unjuk rasa ke DPR?” tanya Soleh.

“Itu lain lagi. Tapi ada usaha yang ingin membenturkan sesama umat Islam,” jawabku.

“Apa itu,” desak Lukman.

“Soal mereka yang mau solat di Mesjid Istiqlal hari itu,” kataku.

“Memang ada masalah…..,” desak Lukman.

“Diisukan Mesjid Istiqlal ditutup, sehingga mereka tak bisa masuk. Sebenarnya bukan begitu. Pihak menjelaskkan, sudah diatur pintu gerbang ditutup setengah sepuluh malam dan dibuka pagi mendekati pukul empat. Seluruh peziarah tak boleh menginap di area mesjid kecuali dalam kondisi tertentu dan atas ijin keamanan. Kepada jamaah sudah dikasi tahu dan mereka paham dan mau meninggalkan area mesjid,” kataku seperti keterangan pihak Istiqlal..

“Petugas keamanan sudah menjelaskannya kepada jamaah. Mereka paham dan bersedia meninggalkan area mejid. Cuma kabar beredar, mesjid ditutup sehingga mereka tak bisa solat. Kan ini mau membenturkan sesama umat. Untung mereka sadar,” kata Soleh.

“Inilah, gara-gara Ahok, bikin Jokowi sibuk juga. Dulu sebelum Ahok diperiksa polisi, Jokowi sempat repot banyaknya desakan agar Ahok ditahan. Setelah Kapolri menyatakan Ahok akan diperiksa. Lalu setelah berakhir masa kampanye, Mendagri mengaktifkan Ahok kembali sebagai gubernur, ramai lagi. Presiden Jokowi didesak memberhentikan Ahok. Mereka bandingkan dengan Aty, walikota non aktif Cimahi. Selesai masa kampanye, tetap non aktif. Jokowi katanya menunggu fatwa Mahkamah Agung dan PTUN,” kataku.

“Baru sekarang ramai begini, dulu nggak ada,”kata Lukman.

“Ya itulah bedanya,” kataku.

“Apa bedanya,” desak Lukman.

“Karena dulu Jokowi gubernur, Ahok jadi wakilnya. Coba nggak, nggak bakal ramai,” kataku,

“Kalau begitu bakal begini teruslah,” kata Lukman. (lubis1209@gmail.com.)

Terbaru

Kapolresta Tangsel AKBP Fadli Widiyanto. (anton)
Minggu, 28/05/2017 — 17:17 WIB
Penganiayaan di Tangsel Bukan Dilakukan Gangster
jaya
Minggu, 28/05/2017 — 16:55 WIB
Gudang Toren Terbakar, Warga Khawatir
Halte Bus Trans di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.
Minggu, 28/05/2017 — 15:50 WIB
Transjakarta Terkendala Kios Sembako Murah di Halte