Sunday, 23 September 2018

Alat Kurang Berfungsi, Bongkar Muat di Makassar Tetap Lancar

Minggu, 26 Februari 2017 — 11:21 WIB
bongkar muat

JAKARTA (Pos Kota) – Meski alat bongkar muat di Pelabuhan Makassar saat ini ada yang tidak berfungsi dengan baik, namun aktivitas usaha kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut tetap berjalan dengan lancar.

Hal itu dirasakan Perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC Countainer Lines Co. “Sejauh ini aktivitas bongkar muat yang dilakukan oleh perusahaan kami di Pelabuhan Makassar berjalan cukup lancar, walaupun ada alat yang tidak berfungsi dengan baik,” tutur Country Manager untuk Marketing & Sales SITC Indonesia, Majah Andriansyah.

Dikatakannya ada alat yang tidak berfungsi namun kondisi itu tidak begitu signifikan berdampak kepada customer atau pemilik barang, hanya berdampak pada performance service direct call saja.

“Kapal kami kan datang untuk menurunkan dan memuat barang secara weekly di Pelabuhan Makassar,” terang Majah Andriansyah melalui telepon genggamnya.

Dia mengungkapkan hingga saat ini volume pengiriman barang untuk lokal Makassar setiap minggu meningkat cukup signifikan diatas 100%. Ketika awal mengangkut, perusahaannya hanya membawa sebanyak 50 kontainer dari Pelabuhan Makassar. Seiring waktu, kini jumlah itu terus meningkat hingga mencapai 200 sampai 250 kontainer untuk sekali angkut. Bahkan, pihaknya menargetkan bisa mencapai 300 kontainer barang sekali kirim untuk lokal Makassar.

“Itu hanya untuk lokal Makassar saja, belum dari pelabuhan lainnya yang juga mengirim barang ke luar negeri melalui Pelabuhan Makassar, dengan menggunakan perusahaan pelayaran SITC,” ujarnya.
Majah mengatakan, selain melayani pengiriman barang lokal dari Makassar, sejak beberapa bulan lalu perusahaan pelayaran internasional ini juga sudah melayani pengiriman barang dari Bitung dan Jayapura, melalui Pelabuhan Makassar.

Saat ini, pihaknya juga sedang merambah beberapa pelabuhan lainnya yang dikelola oleh Pelindo IV, seperti Pelabuhan Pantoloan di Palu, Sulawesi Tengah dan Pelabuhan Samarinda di Kalimantan Timur.
“Bahkan beberapa waktu lalu kami juga sudah melakukan trial untuk Pelabuhan Balikpapan,” sebutnya.

Kedepan pihaknya bersama Pelindo IV juga akan melakukan pengiriman langsung ke luar negeri atau direct call dari Tarakan, Kalimantan Utara dan Ambon, Maluku melalui Pelabuhan Makassar. “Pokoknya kami akan terus membantu Pelindo IV, untuk menjadikan Pelabuhan Makassar sebagai hub internasional di KTI,” tegasnya.

(dwi/sir)