Tuesday, 13 November 2018

Sekali Lancung ke Ujian Bini Tetangga Terpedaya

Minggu, 26 Februari 2017 — 5:02 WIB
tetangga

DADAN, 37, memang terkenal sebagai lelaki hidung belang. Karenanya ketika dia nginap di rumah Ny. Atikah, 40, saat suami tak di rumah, tentu saja dicurigai telah berbuat mesum. Akhirnya Dadan dipermak sampai babak belur. Pepatah kan sudah bilang: sekali lancung ke ujian seumur hidup orang takkan percaya.

Pepatah di atas merupakan peringatan bagi orang yang suka bertindak aib. Sekali saja berbuat baik, orang tidak akan mempercayai. Sebaliknya jika ada tindak kejahatan, meski punya alibi bahwa dia bukan pelakunya, tetap saja dituduh. Apa lagi jika ada tekanan publik yang kuat, kebenaran itu akan tertimbun oleh tumpukan fitnah dan tetap dianggap salah saja.

Dadan warga n Sumedang Utara Kabupaten Sumedang (Jabar), memang punya track record buruk dalam bidang keperempuanan. Dia tukang kawin, termasuk jadi lelaki hidung belang di mana-mana. Karenanya di kampung halaman sendiri citranya sudah buruk. Nyalon bupati pun pasti takkan ada yang milih.

Tapi di kampungnya dia punya sahabat akrab, Ibnu 43, berikut istrinya, Atikah. Dadan bisa diterima baik oleh suami istri. Bahkan meski di desa itu juga ada orangtua, tapi dia suka menginap di rumah Ibnu. Termasuk ketika tuan rumah tak ada di rumah, Dadan bisa saja menginap di situ tanpa merasa sungkan.

Perilaku Dadan ini menjadi catatan warga sekitarnya. Sebab tidak etis dan tidak umum, nginap di rumah wanita kok ketika suaminya tak ada di rumah. Mau apa hayo? Padahal Ny. Atikah itu dalam usia kepala empat masih seksi menggiurkan. Maka dugaan pun muncul, pasti ada hal tidak beres di antara keduanya. Lebih-lebih kelakuan Dadan memang di seputar itu. “Kalau Ibnu meleng, pasti istrinya disikat juga,” kata warga berspekulasi.

Beberapa hari lalu Ibnu ke Bandung bersama kedua anaknya. Ee, kok Dadan tanpa sungkan menginap di rumah Atikah. Tentu saja warga semakin curiga. Maka sekitar pukul 23.00 rumah Ibnu diketuk, minta Dadan tinggalkan rumah Ibnu yang kebetulan suaminya tak di rumah. Tapi jawab Atikah malah lain, “Tak ada Dadan di sini. Kalau tak percaya silakan geledah.” Ujar bini Ibnu sambil mematikan lampu.

Warga merasa ditantang, apa lagi lampu sengaja dimatikan. Ternyata ditemukan Dadan ngumpet di dapur. Langsung saja digebuki rame-rame dan keduanya diarak menuju rumah Pak Kades untuk diadili. Meski Atikah – Dadan membantah, tetap saja ditekan dan diancam mau digebuki lagi. Tak tahan ditekan oleh masa yang lebih banyak, terpaksa keduanya mengaku selingkuh.

Ibnu yang ada di Bandung segera diminta pulang dan mengambil sikap. Percaya akan omongan warga dan tekanan publik, tanpa melalui tabayun langsung saja Ibnu membuat statemen bahwa akan menceraikan Atikah, untuk dioper garap pada Dadan yang diyakini telah “menggarap” tanah negara yang bukan miliknya itu.

Barulah Dadan dibebaskan, begitu juga Atikah. Tapi setibanya di rumah Atikah sumpah-sumpah atas nama Qur’an bahwa tak pernah melakukan perzinaan itu. Tentu saja Ibnu lebih percaya sumpah istri, karena telah berani bersumpah pakai kitab suci. Maka tanpa bantuan saksi secuilpun Ibnu memaafkan istri dan tidak jadi menceraikannya.

Mestinya kan ambil saksi Youtube dan Kepulauan Seribu. (JPNN/Gunarso TS)