Wednesday, 14 November 2018

Ahok Semobil Dengan Jokowi, Sandi: Itu Sudah Kami Perhitungkan

Senin, 27 Februari 2017 — 8:22 WIB
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno. (julian)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Belum lama ini, calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sempat terlihat satu mobil bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau proyek Simpang Susun Semanggi dan pembangunan terowongan Mass Rapid Transit (MRT), Kamis (23/2/2017). Peristiwa ini pun dipantau oleh calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno.

Namun, cawagub pasangan calon gubernur nomor pemilihan 3, Anies Rasyid Baswedan itu, mengaku memahaminya. Menurutnya, hal itu sah-sah saja dilakukan selama berkaitan dengan tugas mereka sebagai pejabat.

“Buat saya sah-sah saja, beliau (Ahok) sekarang gubernur, pak Jokowi Presiden. Mungkin ada koordinasi yang perlu mereka lakukan sebagai bagian dari pada tugas mereka membangun, ya sah-sah saja,” kata Sandi, di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kendati begitu, Sandi juga menyebut kesempatan itu sebagai keuntungan bagi petahana memperoleh kesan adanya dukungan dari Presiden. Dia juga mengaku sudah memperhitungkan hal itu.

“Itu sudah kami perhitungkan bahwa petahana memiliki keunggulan untuk menampilkan gambar-gambar seperti itu yang menunjukkan Presiden mendukung beliau,” ujarnya.

Peraih gelar Master Business of Administration itu bahkan menilai hal itu sebagai konsekuensi bersaing melawan petahana. “Warga/ masyarakat juga pastinya bisa menangkap secara cerdas,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi final oleh KPU DKI Jakarta, paslon Anies-Sandi menduduki posisi kedua dengan perolehan 2.197.333 suara atau 39,95 persen, di bawah paslon nomor pemilihan 2, Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang unggul dengan raihan suara sebanyak 2.364.577 atau 42,99 persen. Sementara, paslon nomor pemilihan 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni hanya mengumpulkan 937.955 suara atau 17,05 persen dan berada di posisi buncit.

Hasil itu menyimpulkan Pilkada DKI Jakarta 2017 harus diselesaikan dua putaran karena tidak ada satupun kandidat yang meraih suara lebih dari 50 persen. Paslon yang kembali bersaing di putaran kedua nanti adalah Ahok-Djarot vs Anies-Sandi.

(julian/sir)