Saturday, 25 March 2017

Sidang Ahok, Jaksa Menyerah Hadirkan Saksi Ahli

Selasa, 28 Februari 2017 — 22:10 WIB
Teguh Samudra penasehat hukum Ahok

Teguh Samudra penasehat hukum Ahok

JAKARTA (Pos Kota) – Kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama sebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyerah untuk menghadirkan saksi ahli. Sehingga, Selasa (7/3/2017) pekan depan, giliran kuasa hukum terdakwa yang mengajukan saksi ke pengadilan.

Sebenarnya masih ada kesempatan bagi JPU menghadirkan tiga saksi ahli yang tersisa, namun JPU menyatakan merasa sudah cukup, sehingga tidak perlu lagi mendengarkan keterangan tiga saksi ahli tersebut.

“Ternyata jaksa menyatakan dalam persidangan telah cukup. Tidak bisa mengadirkan tiga orang lagi. Makanya kata dia cukup sampai sini saja. Karena yang direncakanakan minggu depan ahli dari jaksa dan menyerah. Maka diberikan kesempatan untuk penasehat hukum,” ujar Teguh Samudera, kuasa hukum Ahok usai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Teguh mengatakan akan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menghadirkan saksi fakta yang meringankan terdakwa. Teguh menyatakan ada saksi fakta yang merupakan warga Kepulauan Seribu yang turut hadir saat pidato Ahok 27 September 2016 lalu.

“Rencana Minggu depan kita bawa 2 atau 3 saksi fakta yang meringkankan lebih dulu. Ada (dari Kepulauan slSeribu). Saksi nanti akan kita piloh apakah dari Kepulauan Seribu atau yang dari Jakarta. Kita akan lihat dulu,” tutup Teguh. (ikbal)

  • Ruhut Sitompel

    Poskota ngasih judulnya aneh, sepertinya berpihak ke terdakwa

    • Pengenet Sulangat

      Namamu juga aneh..kami tak perlu koment..itu hak mu…berpikirlah dari sudut pandang yg laen,,jangan cuman dari sudut kacamata kuda..

  • orange aja

    itu smua krn perut ada orang yg getol jagoannya supaya menang jd semua
    cara2 haram dihalalkan pdhl jelas2 klo msalah bahasa udh jelas2
    bahasanya dipotong oleh tersangka BY lalu diaminin oleh ulama politik yg
    trnyata ngedukung 2 kandidat yg lawannya si ahok buktinya almaidah 51
    gk berlaku di pilkada daerah dmn para ulama, kiai, partai islam
    mendukung calon non muslim, jd ini masalah perut krn ada ahok klompok
    mereka gk dpt duit lg