Monday, 24 September 2018

Pengelola Umroh dan Haji Apresiasi Raja Saudi

Jumat, 3 Maret 2017 — 14:08 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama Presiden RI Joko Widodo (reuters)

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama Presiden RI Joko Widodo (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Kedatangan Raja Salman ke Indonesia mengundang simpati, apresiasi bagi masyarakat Tanah Air. Selain itu, kita juga menaruh harapan kepada raja penjaga dua kota suci ke Indonesia.

Demikian disampaikan Bendahara Umum Asosiasi Umrah dan Haji PRATAMA Ali Masugi di Jakarta, Jumat (3/3/2017). “Ada tiga harapan yang kita sampaikan atas kedatangan Raja Salman,” tutur Ali.

‪Pertama, kata dia, pihaknya mengucapkan terimakasih atas kuota haji Indonesia kembali normal kepada jumlah semula. Namun demikin, kita berharap iranya Raja Salman dapat menambah atau menyesuaikan kuota tahun ini dan tahum mendatang yang mengacu kepada perhitungan minimal satu permil dari jumlah penduduk muslim Indonesia, dan ditambah penambahan kuota sehingga jumlahnya 250 ribu untuk kuota haji pada tahun ini.

Menurut dia, jumlah penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa data sensus penduduk Tahun 2016. Sebab itu, jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17 persen maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 dan ditambah penambahan kuota haji tahun imi sebesar 27.716 dari kuota penyesuaian sehingga total kuota haji Indonesia tahun ini menjadi 250.000 orang.

Kedua, tambah Ali, pihaknya i mengharapkan agar biaya visa bagi jemaah umrah dapat digratiskan. “Karena tidak semua jemaah umrah masuk dalam kategori sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan,” kata Ali.

‬Ketiga, kata dia, pihaknya juga mengharapkan kepada Raja Salman agar seluruh asosiasi umrah dan haji dapat lebih bersinergi dengan lembaga terkait Arab Saudi yang mengurusi soal haji, umrah dan wisata.

‪”Asosiasi umrah dan haji merupakan mitra dan pelayan, baik di Tanah Air maupun Arab Saudi, dengan adanya MoU (Nota kesepahaman) dengan asosiasi setidaknya peluang untuk lebih menggerakkan sektor industri ini akan lebih kuat termasuk industri jasa wisata halal,” harap Ali.

(johara/sir)