Sunday, 18 November 2018

Raja Salman ke Bali Momentum Tarik Wisatawan Arab ke Indonesia

Jumat, 3 Maret 2017 — 10:51 WIB
Raja Salman dan Presiden Jokowi Tanam Pohon Ulin (reuters)

Raja Salman dan Presiden Jokowi Tanam Pohon Ulin (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Kunjungan Raja Salman, sebagai momentum untuk tingkatkan promosi pariwisata Indonesia. Momentum kunjungan ini juga untuk upaya menyeimbangkan antara kunjungan wisatawan Indonesia dan Arab yang jomplang.

Hal itu diungkapkan  Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam, di Jakarta, kemarin. Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia saat ini memiliki jumlah yang tidak sebanding.

“Dari data yang kita punya jumlah kunjungan wisatawan Arab Saudi masuk ke Indonesia kurang lebih 200 ribu kunjungan. Sedangkan sebaliknya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi kurang lebih sebesar 2 juta. Bayangkan dari data tersebut kita hanya memperoleh 10 persennya. Nah ini kan sangat timpang sekali,” ujar Ridwan Hisjam.

Ridwan menjelaskan, kunjungan ini harus digunakan sebai ajang promosi bagi pariwisata Indonesia. Apalagi, Raja Salman mau berkunjung ke Bali, ini sangat menarik.

Maka, kiranya perlu iklan dengan promosi   Visit Indonesia saat Raja Salman berkunjung ke Bali, bisa menjadi daya tarik wisatawan asal Arab Saudi. Mengingat jumlah kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia saat ini memiliki jumlah yang tidak sebanding.

“Kehadiran Raja Salman ke Indonesia khususnya di Bali ini saya rasa bisa  menjadi ajang promosi pariwisata yang  sangat besar. Oleh karena itu, kunjungan tersebut sebaiknya harus betul-betul diliput dan diabadikan kalau bisa dijadikan iklan promosi  Visit Indonesia,” katanya.

Politisi Golkar itu optimis iklan promosi Visit Indonesia saat kunjungan Raja Salman ke Bali, bisa menjadi salah satu ajang untuk menyeimbangkan jumlah wisatawan asal Arab Saudi ke Indonesia.

“Nah untuk itu, kita harus fokuskan pemasangan iklan tersebut di Negara Arab Saudi. Jika Rajanya saja berkunjung ke Indonesia otomatis rakyatnya juga akan mengikuti. Paling tidak penyetaraan jumlah kunjungan itulah yang menjadi tantangan pemerintah kita,” jelasnya. (*/win)