Monday, 26 August 2019

Aksi Jemaat Katolik Rawamangun, Garuk Tiga Ton Sampah dari Jalan

Sabtu, 4 Maret 2017 — 16:17 WIB
aksi pungut sampah

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi garuk sampah dilakukan Paroki (jemaat katolik) Rawamangun, warga RW 07, dan Dinas Kebersihan, Sabtu (4/3). Sampah sebanyak 3 ton yang ada di sepanjang Jalan Pemuda, Pulogadung, diangkut ratusan warga.

Bermodalkan kantong sampah dan sarung tangan, semua sampah yang ada di pinggir jalan itu langsung dicomot para peserta. Aksi comot sampah itu sendiri, dilakukan dibeberapa titik seperti di Jalan Balai Pustaka, Jalan Waru, Jalan Paus dan Jalan Pemuda, Rawamangun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi pihak Gereja Paroki, Rawamangun. “Ini merupakan contoh penanganan sampah yang menjadi tanggung jawab semua. Jadi bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tapi kita semua,” katanya, Sabtu (4/3).

Melalui kegiatan itu, kata Adji, diharapkannya, akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan. Terlebih, saat ini Jakarta terus terlihat membaik, dan tak ditemukan sampah di sungai, jalan dan banjir cepat surut. “Melalui kegiatan ini, diharapkan warga semakin sadar akan lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Kepala Gereja Paroki, Rawamangun, Romo Yohannes Sutrisno MSF mengatakan, kegiatan tersebut hampir setiap tahunnya dilakukan. Pasalnya, melalui aksi comot sampah dinilai akan mengubah kebiasaan kita dalam melihat sampah yang ada. “Kegiatan ini sangat luar biasa, karena dalam setiap tahunnya jumlah peserta terus bertambah,” ujarnya.

Ditambahkan Romo Yohannes, dari kegiatan itu juga, pihaknya ingin menggugah seluruh warga Jakarta bersama mengatasi sampah. Karena semua masyarakat harus ikut andil bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih. “Kami berharap aksi ini akan menjadi contoh baik dan ditularkan diseluruh wilayah,” ungkapnya.

Untuk mensukseskan aksi itu juga, kata Romo Yohannes, pihaknya menyiapkan bank sampah yang bisa dimanfaatkan warga. Dimana nantinya sampah yang bernilai ekonomis bisa dikumpulkan dan dijual ke bank sampah di tempat ibadahnya. “Kami juga dibantu Dinas kebersihan DKI untuk menjual hasil dari bank sampah ini,” tukasnya. (Ifand/win)