Monday, 24 September 2018

Umat Islam Bangladesh Kembali Protes Patung Dewi Keadilan

Sabtu, 4 Maret 2017 — 6:30 WIB
Ribuan pendukung Hefazat-e-Islam turun ke jalan di ibu kota Dhaka selepas salat Jumat.

Ribuan pendukung Hefazat-e-Islam turun ke jalan di ibu kota Dhaka selepas salat Jumat.

BANGLADESH– Umat Islam Bangladesh kembali menggelar aksi demo menuntut pencopotan patung dewi Yunani di depan gedung Mahkamah Agung di ibu kota Dhaka.

Ribuan pendukung kelompok Islam keras Bangladesh, Hefazat-e-Islam, turun ke jalan selepas salat Jumat (03/03).

Patung yang tampak seperti Themis -dewi keadilan dengan mata tertutup itu- mengundang kontroversi sejak diresmikan Desember 2016 lalu.

Pengunjuk rasa berpendapat walau patung itu mengenakan pakaian tradisional sari namun pada dasarnya merupakan patung dari sosok idola, yang bertentangan dengan Islam.

Unjuk rasa ini juga dilihat sebagai salah satu cerminan dari ketegangan antara kalangan Islam konservatif dan moderat di Bangladesh, dengan umat Islam mencapai sekitar 92% dari todal penduduk.

Pertengahan Februari, penentang patung tersebut sudah menyampaikan memorandum kepada perdana menteri dan menteri kehakiman.

Mereka menegaskan patung itu merupakan berhala yang bertentangan dengan ajaran Islam dan akan terus menggelar unjuk rasa sampat tuntutan pencopotan patung dipenuhi.

Para pejabat kehakiman mengatakan patung tersebut merupakan lambang keadilan, yang juga banyak digunakan di belahan dunia lainnya.

Patung Dewi Keadilan di pelataran Mahakamah Agung Bangladesh, baru dipasang akhir tahun lalu.

Patung Dewi Keadilan di pelataran Mahakamah Agung Bangladesh, baru dipasang akhir tahun lalu.

Dalam beberapa tahun belakangan, Bangladesh menghadapi peningkatan serangan kekerasan oleh umat Islam radikal, antara lain serangan di sebuah kafe di Dhaka -awal Juli 2016- yang menewaskan 22 orang.

Sebelumnya, seorang pekerja kuil dan pegiat homoseksual yang dibunuh.

Diperkirakan lebih dari 40 orang terbunuh dalam serangan yang dianggap dilakukan militan Islamis di Bangladesh sejak Februari 2013. (BBC)