Tuesday, 17 October 2017

Direktur FBI AS Bantah Tuduhan Penyadapan Donald Trump

Senin, 6 Maret 2017 — 9:24 WIB
Presiden Terpilih AS, Donald Trump (reuters)

Presiden Terpilih AS, Donald Trump (reuters)

NEW YORK – Direktur FBI James Comey membantah klaim Presiden Donald Trump yang menyebutkan pendahulunya, Barack Obama menyadap teleponnya, seperti diberitakan media AS.

Comey dilaporkan pernah meminta Departemen Kehakiman untuk membantah tuduhan yang menyebutkan Obama memerintahkan penyadapan selama kampanye pemilihan presiden tahun lalu.

Dia meminta klarifikasi dilakukan karena tuduhan terhadap FBI melakukan pelanggaran hukum itu, tidak benar. Perkembangan itu diberitakan oleh New York Times dan dikonfirmasi oleh NBC.

Departemen Kehakiman mengeluarkan pernyataan untuk merespon permintaan Comey.

Media AS mengutip pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Comey yakin bahwa tidak ada bukti yang mendukung tuduhan Trump itu.

Sebelumnya, Mantan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, James Clapper, membantah penyadapan atas Presiden Donald Trump maupun tim kampanyenya.

Clapper -yang memimpin intelijen pada masa pemilihan presiden tahun lalu- mengatakan kepada stasiun TV NBC bahwa sepanjang pengetahuannya tidak ada perintah pengadilan untuk mengawasi Trump Tower di New York.

“Tidak ada kegiatan penyadapan yang dilakukan atas presiden terpilih saat itu, sebagai calon, atau atas kampanyenya,” tegas Clapper, yang meninggalkan jabatannya ketika Trump disumpah sebagai presiden AS pada 20 Januari 2017.
Presiden Trump menuduh Presiden Barack Obama memerintahkan penyadapan namun tidak memberikan bukti-bukti.

Dan Gedung Putih sudah meminta Kongres untuk mengkaji apakah pemerintahan Obama menyalahgunakan kekuasaan menjelang pemungutan suara tahun lalu.

Juru bicara presiden sebelumnya menegaskan bahwa Obama tidak pernah memerintahkan pengawasan terhadap satu pun warga Amerika Serikat.

Clapper mengatakan sebagai direktur intelijen, dia mestinya mengetahui ‘perintah pengadilan atas sesuatu yang seperti itu’.

“Dengan pasti, saya membantahnya,” tuturnya namun menambahkan, “Saya tidak bisa berbicara untuk otorita lain dalam pemerintahan atau entitas negara bagian atau lokal.”
Laporan-laporan media menyebutkan FBI meminta surat perintah dari pengadilan pengawasan intelijen asing, Fisa, untuk mengawasi anggota tim kampanye Trump yang diduga melakukan kontak tidak teratur dengan para pejabat Rusia.

Menurut Fisa, penyadapan bisa disetujui jika ada kemungkinan alasan bahwa sasaran dari pengawasan adalah agen atau kekuatan asing, namun Obama secacara hukum tidak bisa memerintahkan surat perintah seperti itu.

Dalam wawancaranya dengan NBC, Clapper juga mengatakan tidak ada bukti-bukti yang ditemukan tentang kolusi antara tim Trump dan pemerintah Rusia.

(bbc/sir)