Wednesday, 14 November 2018

Dugaan Dana Sosialisasi Asian Games, Polda Akan Periksa Erick Thohir

Senin, 6 Maret 2017 — 10:08 WIB
Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya

JAKARTA (Pos Kota) – Meski telah menetapkan tiga tersangka, Polda Metro Jaya terus mendalami kasus korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018.

Kasubdit V Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ferdy Irawan mengatakan di Jakarta, pekan lalu, bahwa penyidik kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota Komite Eksekutif Komitr Olimpiade Indonesia (KE-KOI) terkait kasus korupsi tersebut.

”Kita telah melayangkan surat panggilan. Mereka kita harapkan bisa memenuhi panggilan,” katanya.

Ketika disinggung tentang materi pemeriksaan, Ferdy mengungkapkan, pemeriksaan kali ini menyangkut verifikasi dengan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dengan kerugian negara atas pelaksanaan sosialisasi di lima kota.

Menurut Ferdy, pihaknya belum dapat memastikan tersangka baru terkait dengan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. “Pemeriksaan kali ini untuk sinkronisasi penghitungan kerugian negara oleh BPKP,” ujarnya.

Sejauh ini Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka yakni Dody Iswandi (Sekjen KOI), Anjas Rivai (Brndahara Umum KOI) dan Agus Ikhwan selaku penyedia jasa kegiatan carnaval Sosialisasi Asian Games di Surabaya.

Adapun anggota Komite Eksekutif KOI yang kembali akan menjalani pemeriksaan yakni Dasril Anwar (Wakil Sekjen KOI), Krisna Bayu (Komisi Atlit), Bambang Rus Effendi (Komisi Sport For All), Harry Warganegara (Komisi Sport Development), Syahrir Nawier (Komisi Finance And Budgeting), Leane Suniar (Komisi Sport Medical), Hellen Sarita Delima (Komisi Sport And Law) dan Raja Parlindungan Pane (Komisi Sport Environment).

Yang lebih memgejutkan, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum KOI, Erick Thohir. “Kami juga akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum KOI. Hanya saja, waktunya masih kita atur,” katanya.

(prihandoko/sir)