Thursday, 22 June 2017

Pemkot Jakbar

Dua Bulan, Penerimaan Retribusi Pedagang Capai Rp 485 Juta

Selasa, 7 Maret 2017 — 21:00 WIB
Kasudin KUMKP Jakbar, Nuraini Sylviana. (tarta)

Kasudin KUMKP Jakbar, Nuraini Sylviana. (tarta)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemko Jakarta Barat (Jakbar) terus menggenjot penerimaan retribusi dari para pedagang binaan yang berada di lokasi binaan (lokbin) dan lokasi sementara (loksem). Selama dua bulan, telah berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 485 juta dari retribusi pedagang.

“Penerimaan dari retribusi pedagang di Lokbin dan loksem ini merupakan prioritas, untuk itu kami terus melakukan penagihan atau mengingatkan kepada para pedagang untuk menunaikan kewajibannya melalui Bank DKI,” jelas Kasudin Koperasi Usaha Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakbar, Hj. Nuraini Sylviana didampingi Kasi UKM, Djarot, Selasa (7/3) di ruang kerjanya.

Di Jakarta Barat terdapat 3.156 pedagang binaan yang terdiri dari 2.210 pedagang yang menempati loksem dan dikenakan retribusi Rp 3.000/hari. Serta 946 pedagang yang menempati lokbin dan dikenakan retribusi Rp 4.000/hari. Total dalam dua bulan telah dikumpulkan Rp 485 juta, yaitu Januari Rp 250 juta dan Februari Rp 235 juta.

Pihaknya terus melakukan penagihan retribusi, bagi pedagang yang tidak memenuhi kewajibannya akan diberikan surat peringatan dari SP 1 hingga SP3. Kalau memang tidak mau mematuhi, maka akan diambil tindakan tegas yaitu diganti dengan pedagang lain.

Kasi UKM Sudin KUKMP Jakbar, Djarot S menambahkan untuk para pedagang binaan di Loksem Jl Cengkeh, pihaknya mengusulkan ke walikota agar untuk sementara dihapuskan sebagai loksem. Hal ini mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan, di mana banyak yang tidak dagang karena lokasi tengah dibangun.

“Kami akan usulkan ke Walikota agar dihapus untuk sementara, nantinya setelah selesai pembangunannya dan aktif berdagang mereka kembali dipulihkan,” ujar Djarot. (tarta/win)